Ah!
Monsternya Muncul!
Hitomi
dan Tousuke melihat sosok aneh di dunia mereka sendiri. Sosok semacam boneka
gepeng berwarna biru muda. Sedikit lebih tinggi dibandingkan Hitomi. Kadang
terlihat mirip seperti patung Ojizousama[1] yang terbuat dari
batu biru.
Dari manaaa makhluk
ini muncuuul?! Iiih, aku jadi merinding.
Hitomi
lompat ke belakang sakit kagetnya, sampe menempel ke belakang badan Profesor.
Makhluk aneh itu terus saja mengubah wujudnya tanpa berhenti sedetik pun. Tadi
sih memang terlihat seperti Ojizousama, tapi
karena bentuk dan warnanya terus berubah-ubah, kali ini dia terlihat seperti
orang Eskimo. Tiba-tiba saja dia berubah lagi. Kali ini dia berubah menjadi
naga hitam. Selanjutnya, dia berubah menjadi semacam karakter binatang yang
nggak jelas. Warnanya pun jadi seperti berbisa. Tousuke lama-lama jadi merasa
takut sampai kabur ke belakang Profesor. Tubuh monster itu lama kelamaan
meninggi, dan kepalanya sampai keluar dari roket tong. Walaupun begitu, dinding
roketnya tidak sobek dan tidak bersuara juga.
Lalu,
monster itu mulai menyusut. Bagian kepalanya mulai menyusut turun dari
langit-langit. Wujudnya jadi seperti gorila, semakin menyusut jadi seperti kappa[2], irisan acar lobak
dan menghilang begitu saja.
Hitomi
dan Tousuke menghela napas lega.
“Kalian liat kan? Pasti liat dong.” Kata
Profesor Polder sambil tersenyum menyeringai.
“Iya, menakutkan! Itu...monster apa sih?”
“Tadi kan aku sudah bilang. Itu adalah
makhluk hidup yang tinggal di celah dunia empat dimensi.”
“Makhluk hidup?”
“Benar. Itu tadi adalah makhluk empat dimensi yang hanya
bisa dilihat di celah dunia itu. Namanya Molnelius. Intinya, tadi Molnelius itu
hanya numpang lewat dan masuk ke dalam dunia tiga dimensi kalian. Makanya,
kalian hanya bisa melihat celahnya saja karena makhluk itu menghubungkan
celahnya dengan dunia tiga dimensi ini. Tentu saja kalian tidak akan bisa
melihat wujud aslinya.”
“Oh, jadi itu celahnyaaa. Apakah celahnya berubah menjadi
objek konkret?”
“Mungkin...ini agak aneh tapi kalian akan tau sebabnya.
Tuh, muncul lagi! Kali ini ada di atas kursi panjang.” Dengar suara Profesor,
Hitomi dan Tousuke memandang ke arah sana dengan wajah pucat. Sedikit di atas
kursi panjang, memang ada semacam space yang
seperti mesin pesawat. Saat dilihat-lihat, seperti sebuah tongkat panjang yang
membentang horizontal. Lalu tak lama kemudian, tongkat itu menyusut lalu
berubah seperti semula—seperti mesin sebuah pesawat. Makhluk itu terus saja
berubah. Memang sih mengagetkan tapi tidak lebih menakutkan daripada Molnelius
tadi.
“Aku liat kok. Itu adalah celah mesin yang digunakan di
dunia empat dimensi.”
Mungkin karena celah itu merupakan objek tiga dimensi,
jadi kalian bisa melihatnya. Aneh, ya.
“Kalian takut? Kalo kalian takut, aku akan mengantar
kalian pulang.” Tanya Profesor.
Hitomi dan Tousuke saling berpandangan. Hal yang
menakutkan, pastilah takut tapi mereka menutupinya. Mereka merasa ingin sekali
berkeliling melihat celah dunia empat dimensi yang ajaib itu.”
Kejutan apa yang disiapkan buat mereka berdua?
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment