Thursday, April 6, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Jusa Act 19

Ah! Monsternya Muncul!
            Hitomi dan Tousuke melihat sosok aneh di dunia mereka sendiri. Sosok semacam boneka gepeng berwarna biru muda. Sedikit lebih tinggi dibandingkan Hitomi. Kadang terlihat mirip seperti patung Ojizousama[1] yang terbuat dari batu biru.
            Dari manaaa makhluk ini muncuuul?! Iiih, aku jadi merinding.
Hitomi lompat ke belakang sakit kagetnya, sampe menempel ke belakang badan Profesor. Makhluk aneh itu terus saja mengubah wujudnya tanpa berhenti sedetik pun. Tadi sih memang terlihat seperti Ojizousama, tapi karena bentuk dan warnanya terus berubah-ubah, kali ini dia terlihat seperti orang Eskimo. Tiba-tiba saja dia berubah lagi. Kali ini dia berubah menjadi naga hitam. Selanjutnya, dia berubah menjadi semacam karakter binatang yang nggak jelas. Warnanya pun jadi seperti berbisa. Tousuke lama-lama jadi merasa takut sampai kabur ke belakang Profesor. Tubuh monster itu lama kelamaan meninggi, dan kepalanya sampai keluar dari roket tong. Walaupun begitu, dinding roketnya tidak sobek dan tidak bersuara juga.
Lalu, monster itu mulai menyusut. Bagian kepalanya mulai menyusut turun dari langit-langit. Wujudnya jadi seperti gorila, semakin menyusut jadi seperti kappa[2], irisan acar lobak dan menghilang begitu saja.
Hitomi dan Tousuke menghela napas lega.
“Kalian liat kan? Pasti liat dong.” Kata Profesor Polder sambil tersenyum menyeringai.
“Iya, menakutkan! Itu...monster apa sih?”
“Tadi kan aku sudah bilang. Itu adalah makhluk hidup yang tinggal di celah dunia empat dimensi.”        
             “Makhluk hidup?”
            “Benar. Itu tadi adalah makhluk empat dimensi yang hanya bisa dilihat di celah dunia itu. Namanya Molnelius. Intinya, tadi Molnelius itu hanya numpang lewat dan masuk ke dalam dunia tiga dimensi kalian. Makanya, kalian hanya bisa melihat celahnya saja karena makhluk itu menghubungkan celahnya dengan dunia tiga dimensi ini. Tentu saja kalian tidak akan bisa melihat wujud aslinya.”
            “Oh, jadi itu celahnyaaa. Apakah celahnya berubah menjadi objek konkret?”
            “Mungkin...ini agak aneh tapi kalian akan tau sebabnya. Tuh, muncul lagi! Kali ini ada di atas kursi panjang.” Dengar suara Profesor, Hitomi dan Tousuke memandang ke arah sana dengan wajah pucat. Sedikit di atas kursi panjang, memang ada semacam space yang seperti mesin pesawat. Saat dilihat-lihat, seperti sebuah tongkat panjang yang membentang horizontal. Lalu tak lama kemudian, tongkat itu menyusut lalu berubah seperti semula—seperti mesin sebuah pesawat. Makhluk itu terus saja berubah. Memang sih mengagetkan tapi tidak lebih menakutkan daripada Molnelius tadi.
            “Aku liat kok. Itu adalah celah mesin yang digunakan di dunia empat dimensi.”
            Mungkin karena celah itu merupakan objek tiga dimensi, jadi kalian bisa melihatnya. Aneh, ya.
            “Kalian takut? Kalo kalian takut, aku akan mengantar kalian pulang.” Tanya Profesor.
            Hitomi dan Tousuke saling berpandangan. Hal yang menakutkan, pastilah takut tapi mereka menutupinya. Mereka merasa ingin sekali berkeliling melihat celah dunia empat dimensi yang ajaib itu.”
            Kejutan apa yang disiapkan buat mereka berdua?

-BERSAMBUNG-



[1] Patung dewa anak-anak yang terbuat dari batu dan berukuran kecil. Biasanya ada di dekat kuil.
[2] Manusia jadi-jadian di Jepang yang tinggal di dekat sungai.

No comments:

Post a Comment