Tuesday, May 2, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Eps. 26

Misteri Kekuatan
            Hitomi dan Tousuke membawa karangan bunga berupa bunga tulip cantik, anyelir, bunga bakung, geranium, cyclamen dan daun-daun Asparagus di bagian luarnya. Mereka akan pergi menuju padang rumput yang telah tinggi di tengah-tengahnya itu. Kalian pasti sudah tau bahwa hari ini adalah hari kunjungan Profesor Polder. Setiap sebulan sekali dia pasti akan mengajak mereka mengunjungi tempat-tempat ajaib. Bulan lalu mereka diajak ke kota bawah laut. Dua bulan sebelumnya mereka diajak sampe ke ujung luar angkasa. Mereka sudah tidak sabar, bulan ini bakal diajak ke negeri ajaib mana lagi nih?
            Profesor Polder berdiri dari kursi kokpit, lalu melambaikan tangan ke arah mereka.
            “Selamat siang, Profesor.”
            “Profesor, hari ini aku pengen ngasih karangan bunga buat Profesor.”
            “Waah, bunga yang sangat cantik. Banyak juga bunganya. Makasih makasih.”
            Profesor menggoyangkan janggutnya dengan wajah senyum yang sepertinya sangat senang.
            “Kalau begitu, ayo kita taruh ini di kolam bunga roket tong. Nah, Hitomi, Tousuke. Ayo kita masuk sama-sama.” Lalu mereka masuk ke dalam tong bersama-sama.
            “Profesor, hari ini kita mau diajak ke negeri ajaib mana lagi, nih?”
            “Hmm...hari ini aku akan mengajak kalian ke sebuah negeri yang mempunyai kekuatan ajaib.”
            “Negeri kekuatan ajaib tuh seperti apa?”
            “Apa kalian tahu soal kekuatan tarik menarik antara misalnya benda A dan benda B?”
            “Kalo gaya tarik-menarik sih, aku tau.”
            “Bagus. Tapi apa kalian tau hukum gaya tarik-menarik itu? Hukum gaya ini ditemukan oleh Newton. Bagaimana, Tousuke?”
            “Karena semua orang tahu hukum tarik menarik ini, jadi tentu saja aku sangat mengingatnya. Gaya gravitasi antar dua benda tergantung pada perbandingan jumlah massa dan perbandingan terbalik pada jarak kuadrat dua buah benda. Benar kan?”
            “Benar. Contohnya disini cuma ada dua benda A dan B. Diantara benda itu terjadi gaya tarik-menarik. Besarnya gaya tarik-menarik antar dua benda itu seperti yang dibilang Tousuke tadi, bergantung pada dua hal. Pertama, massa benda A dan B. Bisa disebut juga sebagai berat benda. Semakin besar suatu benda, semakin besar juga gaya tarik menariknya. Kedua, seberapa jauh letak A dan B. Semakin dekat jaraknya maka semakin kuat gaya tarikannya. Kalo jaraknya jauh, kekuatan tarikannya pun jadi kecil. Hari ini aku akan mengambil hubungan antara kekuatan dan jarak ini untuk menunjukkan pemandangan menarik. Bagi manusia, hukum ini sangat berguna.”
            “Profesor, kok hari ini ceritanya agak sulit yaa. Aku jadi nggak ngerti. Bisa diulang sekali lagi?”
            “Ho ho! Nggak sesusah itu kok. Mungkin kalo soal hukum gaya tarik-menarik, kedengarannya susah tapi coba deh inget apa yang aku bilang dan jangan mikir yang susah-susah.”
            “Baiklah.”
            “Hitomi, rumus gaya gravitasi adalah perbandingan terbalik dibagi jarak kuadrat. Hahaha...mukamu jadi keliatan bingung gitu. Masih susah ya. Hmm...misal jarak antara A dan B sekitar satu atau dua meter. Nah, gaya gravitasinya pasti ada perbedaan kan. Nah, itulah maksud dari hukum tadi. Coba deh dipikir-pikir dan hitung. Pasti bisa deh.”
            Hitomi memiringkan kepalanya lalu mulutnya mulai komat-kamit.
            “Jarak antar dua benda.....ah, bukan! Karena rumus perbandingan terbalik dari gaya gravitasi sama dengan jarak kuadrat, maka kalo jaraknya semeter, berarti satu kuadrat sama dengan satu. Terus satu itu dibagi perbandingan tebalik. Satu dibagi satu yaa tetap satu dong.”
            “Lalu kalo jaraknya dua meter, gimana?”
            “Kalo jaraknya dua meter berarti dua kuadrat. Dua kali dua sama dengan empat. Lalu perbandingan terbaliknya sama dengan satu dibagi empat. Berarti....nol koma dua lima. Benar nggak?”
            “Benar sih tapi artinya apa?”
            “Hmm...”
            “Jika jarak A dan B satu meter, maka daya tarikannya adalah satu. Jika jaraknya dua meter, maka daya tariknya adalah nol koma dua lima. Karena itu, kalo jaraknya dua kali lipat berarti daya tarikannya menjadi satu bagi empat. Nah kalo jaraknya tiga meter, maka jadi tiga kali lipat berarti satu bagi sembilan, sama dengan nol koma satu satu. Ngerti nggak?”
            “Yaah...bisa iya bisa juga nggak.”

            “Kalo gitu coba deh gambar grafik. Dengan begitu mungkin bisa lebih mengerti.” Profesor bangkit dari kursinya lalu masuk ke dalam.

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment