Monday, May 29, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Eps. 31 (END)



Perpisahan
            “Ada satu macam mesin abadi lagi. Yaitu menciptakan mesin abadi untuk mengubah temperatur dari suhu rendah ke suhu tinggi.”
            “Itu seperti apa?”
            “Alat untuk menurunkan temperatur, misalnya dari suhu 15 Celcius menjadi 14 Celcius, atau menaikan temperatur dari suhu 16 Celcius menjadi 25 Celcius. Dengan alat itu, perlahan suhunya akan turun atau naik. Kalo memang bisa begitu, tidak akan ada masalah soal bahan bakar. Karena bahan bakar akan menjadi sumber daya alam tak terbatas. Tapi...tetap saja mesin abadi tidak akan pernah bisa dibuat.”
            “Apaan...ternyata nggak bisa ya.”
            “Hukum Termodinamik II. Hukum itu menjelaskan bahwa tidak akan bisa mengubah temperatur dari rendah ke tinggi. Makanya, orang-orang yang nggak tau hukum ini, berpikir untuk menciptakan mesin abadi dan.....berakhir dengan kegagalan.”
            “Jadi bagaimanapun juga, tidak akan mungkin bisa membuat mesin abadi, ya.”
            “Benar. Makanya tolong jangan lupakan hal itu.” Saat itu, Profesor Polder bangkit dari kursi kokpit dan mendatangi mereka berdua.
            “Tousuke, Hitomi. Sudah saatnya kita berpisah. Perjalanan Negeri Ajaib kalian pun akan berakhir hari ini.”
            “Yang bener, Profesor?!”
            “Profesor, aku nggak mau! Pasti masih banyak negeri ajaib lainnya kan? Tolong ajak kami ke negeri ajaib selamanya, yaa.
            “Hmm....untuk sekarang ini aku rasa cukup. Saat tahun berlalu dan ada waktu yang tepat, aku akan mengajak kalian lagi. Memang sih ada sebuah negeri yang sulit tapi itu terlalu berat untuk kalian. Tolong ingat dan pelajari baik-baik tempat yang telah kita kunjungi, karena semua itu menjadi kenangan yang penting. Mungkin sekarang kalian jadi mengerti sekali kan, rasa tertarik akan penjelajahan selama ini? Nah, selamat tinggal.”
            “Ah! Profesor! Tunggu dulu!”
            “Profesor Polder! Jangan pergi!”
            Tousuke dan Hitomi berteriak, tapi suasana ruangan di dalam roket tong dan Profesor seketika itu menghilang. Mereka berdua ditinggalkan di sebuah lapangan yang tertutup oleh hijaunya rumput.

-TAMAT-

No comments:

Post a Comment