Badai Lautan
Kapal misterius nan redup itu tertelan dalam kegelapan
dan pergi entah kemana. Lalu empat sekoci yang tadi mengalami kecelakaan,
mengambang di atas permukaan samudera sambil mengirim kode lampu di tengah
kegelapan. Soalnya sadar suatu saat akan terpisah satu sama lain. Angin semakin
lama semakin berhembus kencang. Guncangan di sekoci semakin hebat. Kapten Saeki
sedang merenung di sekoci nomer satu.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Saat tiba di lokasi kejadian untuk
menyelamatkan korban kecelakaan kapal, tidak ada kapal yang celaka. Hanya ada
karangan bunga berpita hitam yang mengambang. Tepat pada saat itu, tiba-tiba
kapal diserang torpedo dan tenggelam dengan tragis bersama banyak muatan. Lalu,
saat naik sekoci dan terkatung-katung di permukaan samudera begini, ada sebuah
kapal redup yang menyeramkan. Kenapa kapal itu harus menenggelamkan kapalku? Dan
siapa sebenarnya pelaku yang merusak kapalku?
Mau berpikir sekeras apapun, tetap saja tidak bisa
mengerti. Kalau memang kapal Wajima Maru atau kapal lainnya kebetulan mengalami
musibah, berarti saat ini memang sedang sial. Saat kapten sedang memikirkan apa
yang sebaiknya dilakukan untuk musuh misterius itu, kepala komunikasi Furuya
angkat bicara di tengah kegelapan.
“Kapten, badai akan
semakin mengganas. Kita juga akan semakin terpisah dari sekoci lainnya. Kalo
begini terus, mungkin kita akan benar-benar terpisah.”
“Begitu, ya.” Kapten
mengangkat wajahnya lalu memandang sekeliling samudera. Memang, kode lampu dari
sekoci lain makin keliatan kecil sekali. Lampunya juga bergoyang-goyang ke atas
dan bawah.
“Hmm...lama-lama ini akan
menjadi badai yang dahsyat. Kita tidak mungkin pergi lurus ke timur. Kalo
dipaksakan pergi kesana pun, yang ada sekoci akan tenggelam. Para awak kapal
yang kecapekan pun bahaya juga. Oke, pak Furuya kita tunggu saja sampe fajar
dan sebisa mungkin jangan melawan badai. Informasikan ini ke semua sekoci!”
Pak Furuya segera
menggerakan lampu ke arah sekoci lain untuk mengirim kode sesuai dengan
kata-kata kapten tadi. Sepertinya kode itu berhasil sampai ke sekoci lain.
Tiba-tiba saja muncul angin tornado yang berhembus dahsyat di permukaan
samudera. Bersamaan dengan suaranya yang dahsyat, air laut naik ke atas seperti
naga.
“Hei, ada orang nganggur?
Cepat keluarkan air dari sekoci! Kalo kalian lambat begitu, sekoci ini akan
terguling!” Perintah kapten.
Mati atau hidup? Sekarang
para awak di sekoci sedang berusaha bertarung melawan badai lautan.
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment