Tuesday, December 6, 2016

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Badai Lautan



Badai  Lautan
          Kapal misterius nan redup itu tertelan dalam kegelapan dan pergi entah kemana. Lalu empat sekoci yang tadi mengalami kecelakaan, mengambang di atas permukaan samudera sambil mengirim kode lampu di tengah kegelapan. Soalnya sadar suatu saat akan terpisah satu sama lain. Angin semakin lama semakin berhembus kencang. Guncangan di sekoci semakin hebat. Kapten Saeki sedang merenung di sekoci nomer satu.
            Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Saat tiba di lokasi kejadian untuk menyelamatkan korban kecelakaan kapal, tidak ada kapal yang celaka. Hanya ada karangan bunga berpita hitam yang mengambang. Tepat pada saat itu, tiba-tiba kapal diserang torpedo dan tenggelam dengan tragis bersama banyak muatan. Lalu, saat naik sekoci dan terkatung-katung di permukaan samudera begini, ada sebuah kapal redup yang menyeramkan. Kenapa kapal itu harus menenggelamkan kapalku? Dan siapa sebenarnya pelaku yang merusak kapalku?
            Mau berpikir sekeras apapun, tetap saja tidak bisa mengerti. Kalau memang kapal Wajima Maru atau kapal lainnya kebetulan mengalami musibah, berarti saat ini memang sedang sial. Saat kapten sedang memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk musuh misterius itu, kepala komunikasi Furuya angkat bicara di tengah kegelapan.
            “Kapten, badai akan semakin mengganas. Kita juga akan semakin terpisah dari sekoci lainnya. Kalo begini terus, mungkin kita akan benar-benar terpisah.”
            “Begitu, ya.” Kapten mengangkat wajahnya lalu memandang sekeliling samudera. Memang, kode lampu dari sekoci lain makin keliatan kecil sekali. Lampunya juga bergoyang-goyang ke atas dan bawah.
            “Hmm...lama-lama ini akan menjadi badai yang dahsyat. Kita tidak mungkin pergi lurus ke timur. Kalo dipaksakan pergi kesana pun, yang ada sekoci akan tenggelam. Para awak kapal yang kecapekan pun bahaya juga. Oke, pak Furuya kita tunggu saja sampe fajar dan sebisa mungkin jangan melawan badai. Informasikan ini ke semua sekoci!”
            Pak Furuya segera menggerakan lampu ke arah sekoci lain untuk mengirim kode sesuai dengan kata-kata kapten tadi. Sepertinya kode itu berhasil sampai ke sekoci lain. Tiba-tiba saja muncul angin tornado yang berhembus dahsyat di permukaan samudera. Bersamaan dengan suaranya yang dahsyat, air laut naik ke atas seperti naga.
            “Hei, ada orang nganggur? Cepat keluarkan air dari sekoci! Kalo kalian lambat begitu, sekoci ini akan terguling!” Perintah kapten.
            Mati atau hidup? Sekarang para awak di sekoci sedang berusaha bertarung melawan badai lautan.

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment