Thursday, December 1, 2016

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Kapal yang Bercahaya



Kapal yang Bercahaya
          Dengan mata membelalak, kapten Saeki memandang kapal misterius yang bercahaya redup itu. Kapal itu serasa angker, bagaikan kapal hantu yang sedang berlayar.
            “Kapten, bagaimana kalo kita coba tembak kapal itu untuk pemastian? Disini ada satu senapan.”
            Mau coba menembak kapal hantu dengan senapan? Bagus juga sih tapi kalo seandainya kapal itu bukan kapal hantu melainkan kapal perang? Pihak kami lah yang akan menerima bahaya.
            “Hei, tunggu! Jangan tembak dulu!” kapten menahan tangan seorang awak kapal. Saat itu, sekoci nomer dua mendekat ke sekoci satu tempat kapten berada, lalu memberikan kode padanya.
            “Kapten, ada kode dari sekoci nomer dua.”
            “Oh, apa kodenya?”
            “Laporan dari Maruo si teknisi komunikasi. Katanya, saat memeriksa permukaan laut dari atas tiang kapal dengan lampu pencari tadi, dia menemukan sebuah kapal kargo tanpa penerangan yang berlayar di lautan. Kapal itu adalah kapal yang akan datang dari arah kiri ini.”
            “Oh, begitu. Bilang sama dia aku sudah mengerti,” Kapten mengangguk kuat. Kapal yang mencurigakan. Entah apa yang dipikirkannya, kapten terus saja mengawasi kapal redup dan samar-samar yang akan melintas kemari itu.
            “Hei, apa kamu yang katanya punya senapan kecil itu?”
            “Benar,” jawab Kaitani.
            “Oke, Kaitani. Tanpa ragu coba tembak satu kali ke arah kapal itu. Incar bagian agak ke atas lambung kapal. Itu bagian muatan.”
            “Baik, saya mengerti.”
            Saat itu juga, suara letusan senapan mengudara diantara angin laut yang berhembus dan gelapnya malam. Karena jarak dari sekoci ke kapal itu sekitar seratus meter, pasti kena. Kapten terus memandang ke arah kapal misterius itu, dan saat peluru tepat mengenai lambung kapal tiba-tiba muncul kembang api dari arah kapal misterius itu.
            “Hoo, begitu ya. Saya kira itu kapal hantu. Kalo memang pelurunya menancap dan muncul kembang api seperti ini sih tidak salah lagi, itu kapal beneran. Nah, di kapal itu pasti sekarang sedang terjadi keributan. Semuanya! Jangan lengah!” Suara kapten terdengar bersemangat. Tapi ternyata kapal yang tertembak itu sepi sekali saat lewat di depan mereka.
            “Ini aneh.” Kapten menggelengkan kepala. Di pikiran kapten tadi, walaupun ketiduran seharusnya semua awak kapal akan menuju geladak karena kapalnya tertembak lalu segera datang kemari. Tapi....ternyata tidak begitu. Ia harus berpikir keras untuk keputusan selanjutnya.
            “Hei, mana Kaitani?”
            “Saya, Pak. Apa tembak lagi ke kapal itu?”
            “Iya, tembak saja. Sampai ada aba-aba dariku, coba tembak satu kali. Targetnya sama seperti yang tadi. Oke! Tembak sekarang!”
            Terdengar suara letusan senapan yang keras. Saat peluru menancap di lambung kapal, seketika itu muncul kembang api. Tapi kapal misterius dan redup itu, masih saja sepi.
            “Sekali lagi! Tembak!”
            Setelah menghabiskan tiga peluru, tetap saja tidak ada respon. Ini kapal hantu atau bukan, sih? Memang kapal ini seperti terbuat dari baja, tapi yang menjadi pertanyaan : kenapa tidak ada seorang pun yang keluar?
            Tiba-tiba kapal misterius itu mempercepat geraknya dan menghilang dari pandangan para awak di sekoci. Rasanya seperti ditipu serigala licik. Kapten terdiam dalam pikirannya. Angin semakin berhembus kencang di permukaan samudera. Bagaimana nasib empat sekoci ini?

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment