Benda
yang Terbang di Langit
Mereka
sudah siap menerima kejadian menakutkan yang bakal terjadi nanti. Tapi ternyata
tidak terjadi apa-apa. Permukaan padang rumput menguning yang luas itu sepi.
Nggak ada suara, nggak ada cahaya. Tenang sekali. Hitomi dan Tousuke melepas
pelukan mereka. Lalu mereka saling bercerita tentang apa yang mereka liat tadi.
Mereka benar-benar melihat hal yang sama dan sama-sama mencocokan pendapat
mereka tentang letak jatuhnya benda aneh itu.
“Kita
liat lokasi jatuhnya, yuk? Itu pasti salah satu jenis UFO! Kalau aku sudah melihatnya kan bisa ku
jadikan referensi untuk penelitianku!” Tousuke tiba-tiba saja jadi semangat
sampe berpikir seperti itu. Perasaan takutnya hilang seketika dan sebagai
gantinya malah muncul rasa penasaran ingin melihat benda aneh itu dari dekat.
Semangatnya ini telah memuncak di kepalanya. Hitomi dari awal memang bukan
bagian dari geng Mesoko chan, dan berkarakter ceria penuh semangat. Karena itu
saat Tousuke bilang begitu, Hitomi pun merasa tertarik sampai mempercepat
langkahnya. Ia berniat pergi kesana untuk mengambil benda aneh itu.
Mereka
berdua mulai berlari. Mereka takut benda aneh itu akan terambil duluan oleh
yang lain. Tapi saat dipikir baik-baik, dari tadi tidak ada seorang pun selain
mereka karena daerah padang rumput ini memang tak berpenghuni. Makanya mereka
berpikir tidak mungkin ada orang lain yang akan mengambilnya.
Saat
itu juga langkah mereka melambat. Soalnya mereka telah dekat di lokasi jatuhnya
benda aneh itu, dan mereka merinding. Entah sejak kapan mereka jadi berani dan
berjalan selangkah demi selangkah mendekatinya. Mereka memang mengira
kejadiannya di sekitar sini. Tapi, benda aneh itu tidak terlihat dimana-mana!
“Kok
aneh, ya. Jatuhnya memang disini, kan Hitomi?”
“Iya,
kok. Waktu kita liat dari seberang, memang diantara padang rumput menguning dan
pintu besi ini kok. Memang sekitar sini nggak salah lagi!”
“Tapi,
tidak ada apa-apa disini. Mana mungkin hilang, kan? Kok bisa begitu ya?” Mereka berpikir ini
benar-benar misterius, lalu mereka berusaha mencari di sekitar situ. Tapi yaa
memang tidak ada. Yang ada cuma besi karatan, batu dan pecahan genteng. Mereka
jadi berpikir jangan-jangan yang tadi itu cuma mimpi.
Saat
itu, tiba-tiba saja Hitomi memanggil Tousuke dan menunjuk ke arah permukaan
tanah.
“Tousuke,
disini ada lubang. Jangan-jangan benda aneh itu masuk sampai ke dalam sini, ya?”
“Oh,
ada lubang ya. Mungkin disini!”
Saat Tousuke mendekat ke lubang itu,
tiba-tiba kakinya terpeleset. Hitomi langsung meraih tangan Tousuke, dan
menariknya keluar. Karena kalo tidak begitu, Tousuke bisa jatuh ke lubang itu.
Tanahnya amblas, membuat lubang itu jadi makin besar. Jadi sebesar gua. Saat
mereka berdua mengintip lubang itu, mereka melihat ada tangga untuk turun ke
bawah. Karena lubang itu juga gelap sekali, mereka tidak tahu ada apa di
dalamnya. Mereka sudah sampai sejauh ini, jadilah mereka memutuskan untuk masuk
ke lubang itu. Setelah menaruh jaring serangga dan tempat menaruh tumbuhan di
suatu tempat, mereka masuk ke lubang dengan menuruni tangga yang terbuat dari
batu dan pasir kasar. Saat tangga yang panjang itu telah mencapai akhir, ada
sebuah ruang bawah tanah yang kosong. Lalu entah darimana ada secercah cahaya
saat mata mereka sedang merasakan gelap. Dengan begini mereka jadi bisa
memastikan bagian dalam ruangan. Di ruang bawah tanah yang sangat luas itu,
tidak ada apa-apa. Ah, tidak! Memang ada sesuatu! Di sudut dalam ruangan itu,
ada sebuah objek hitam kecil tergeletak di lantai. Saat mereka berdua menemukan
itu, mereka berdua sontak kaget. Mereka berdua saling pandang lalu mengepalkan
tangan.
“Itu....yang
terbang di langit tadi?”
“Ya
iyalah! Ternyata memang jatuh sampai kesini, ya. Tapi...apa yaa yang seperti
tong ini?”
“Kita
bawa terus lihat di ruangan sebelah saja yuk? Tapi...ini bukan bom waktu kan?”
“Aku
yakin bukan benda ini yang tadi terbang di langit, deh. Ini pasti cuma tong
yang isinya sake atau koin emas mungkin?”
“Kamu
cerewet sekali, Hitomi. Kita kan nggak akan tahu kalo tidak dibawa ke sebelah
sekalipun nanti meledak terus kita berdua mati.”
“Abisnya,
ini kan cuma tong. Pasti isinya cuma anggur.”
“Kalau
memang ini isinya anggur, kenapa bisa terbang di langit? Aneh, kan?”
Saat
sedang berbicara seperti itu, tiba-tiba dari tong muncul semacam cerobong
kecil. Kemudian saat itu juga muncul suara aneh dan semacam kilat yang
bercahaya.
“HAH?!
“Tousuke!”
Mereka
berdua reflek saling berpelukan walau mata mereka tidak lepas dari tong itu. Dari
cerobongnya muncul asap putih yang membumbung tinggi. Lalu dari asap itu muncul
wajah besar seseorang. Wajahnya tidak begitu terlihat, tapi hidungnya mancung
dan berjanggut.
Siapa
orang misterius ini?!
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment