Tuesday, February 7, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act 2



Benda yang Terbang di Langit
            Mereka sudah siap menerima kejadian menakutkan yang bakal terjadi nanti. Tapi ternyata tidak terjadi apa-apa. Permukaan padang rumput menguning yang luas itu sepi. Nggak ada suara, nggak ada cahaya. Tenang sekali. Hitomi dan Tousuke melepas pelukan mereka. Lalu mereka saling bercerita tentang apa yang mereka liat tadi. Mereka benar-benar melihat hal yang sama dan sama-sama mencocokan pendapat mereka tentang letak jatuhnya benda aneh itu.
            “Kita liat lokasi jatuhnya, yuk? Itu pasti salah satu jenis UFO!  Kalau aku sudah melihatnya kan bisa ku jadikan referensi untuk penelitianku!” Tousuke tiba-tiba saja jadi semangat sampe berpikir seperti itu. Perasaan takutnya hilang seketika dan sebagai gantinya malah muncul rasa penasaran ingin melihat benda aneh itu dari dekat. Semangatnya ini telah memuncak di kepalanya. Hitomi dari awal memang bukan bagian dari geng Mesoko chan, dan berkarakter ceria penuh semangat. Karena itu saat Tousuke bilang begitu, Hitomi pun merasa tertarik sampai mempercepat langkahnya. Ia berniat pergi kesana untuk mengambil benda aneh itu.
            Mereka berdua mulai berlari. Mereka takut benda aneh itu akan terambil duluan oleh yang lain. Tapi saat dipikir baik-baik, dari tadi tidak ada seorang pun selain mereka karena daerah padang rumput ini memang tak berpenghuni. Makanya mereka berpikir tidak mungkin ada orang lain yang akan mengambilnya.
            Saat itu juga langkah mereka melambat. Soalnya mereka telah dekat di lokasi jatuhnya benda aneh itu, dan mereka merinding. Entah sejak kapan mereka jadi berani dan berjalan selangkah demi selangkah mendekatinya. Mereka memang mengira kejadiannya di sekitar sini. Tapi, benda aneh itu tidak terlihat dimana-mana!
            “Kok aneh, ya. Jatuhnya memang disini, kan Hitomi?”
            “Iya, kok. Waktu kita liat dari seberang, memang diantara padang rumput menguning dan pintu besi ini kok. Memang sekitar sini nggak salah lagi!”
            “Tapi, tidak ada apa-apa disini. Mana mungkin hilang, kan?  Kok bisa begitu ya?” Mereka berpikir ini benar-benar misterius, lalu mereka berusaha mencari di sekitar situ. Tapi yaa memang tidak ada. Yang ada cuma besi karatan, batu dan pecahan genteng. Mereka jadi berpikir jangan-jangan yang tadi itu cuma mimpi.
            Saat itu, tiba-tiba saja Hitomi memanggil Tousuke dan menunjuk ke arah permukaan tanah.
            “Tousuke, disini ada lubang. Jangan-jangan benda aneh itu masuk sampai ke dalam sini, ya?”
            “Oh, ada lubang ya. Mungkin disini!”
              Saat Tousuke mendekat ke lubang itu, tiba-tiba kakinya terpeleset. Hitomi langsung meraih tangan Tousuke, dan menariknya keluar. Karena kalo tidak begitu, Tousuke bisa jatuh ke lubang itu. Tanahnya amblas, membuat lubang itu jadi makin besar. Jadi sebesar gua. Saat mereka berdua mengintip lubang itu, mereka melihat ada tangga untuk turun ke bawah. Karena lubang itu juga gelap sekali, mereka tidak tahu ada apa di dalamnya. Mereka sudah sampai sejauh ini, jadilah mereka memutuskan untuk masuk ke lubang itu. Setelah menaruh jaring serangga dan tempat menaruh tumbuhan di suatu tempat, mereka masuk ke lubang dengan menuruni tangga yang terbuat dari batu dan pasir kasar. Saat tangga yang panjang itu telah mencapai akhir, ada sebuah ruang bawah tanah yang kosong. Lalu entah darimana ada secercah cahaya saat mata mereka sedang merasakan gelap. Dengan begini mereka jadi bisa memastikan bagian dalam ruangan. Di ruang bawah tanah yang sangat luas itu, tidak ada apa-apa. Ah, tidak! Memang ada sesuatu! Di sudut dalam ruangan itu, ada sebuah objek hitam kecil tergeletak di lantai. Saat mereka berdua menemukan itu, mereka berdua sontak kaget. Mereka berdua saling pandang lalu mengepalkan tangan.
            “Itu....yang terbang di langit tadi?”
            “Ya iyalah! Ternyata memang jatuh sampai kesini, ya. Tapi...apa yaa yang seperti tong ini?”
            “Kita bawa terus lihat di ruangan sebelah saja yuk? Tapi...ini bukan bom waktu kan?”
            “Aku yakin bukan benda ini yang tadi terbang di langit, deh. Ini pasti cuma tong yang isinya sake atau koin emas mungkin?”
            “Kamu cerewet sekali, Hitomi. Kita kan nggak akan tahu kalo tidak dibawa ke sebelah sekalipun nanti meledak terus kita berdua mati.”
            “Abisnya, ini kan cuma tong. Pasti isinya cuma anggur.”
            “Kalau memang ini isinya anggur, kenapa bisa terbang di langit? Aneh, kan?”
            Saat sedang berbicara seperti itu, tiba-tiba dari tong muncul semacam cerobong kecil. Kemudian saat itu juga muncul suara aneh dan semacam kilat yang bercahaya.
            “HAH?!
            “Tousuke!”
            Mereka berdua reflek saling berpelukan walau mata mereka tidak lepas dari tong itu. Dari cerobongnya muncul asap putih yang membumbung tinggi. Lalu dari asap itu muncul wajah besar seseorang. Wajahnya tidak begitu terlihat, tapi hidungnya mancung dan berjanggut.
            Siapa orang misterius ini?!

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment