Profesor
Aneh
Jujur saja
Hitomi dan Tousuke sudah merasa ingin pingsan aja liatnya. Tapi untungnya
mereka bisa bertahan. Mereka berdua memang melihatnya. Asap putih muncul dari
dalam tong, dan dari balik asap itu muncul orang misterius bertubuh tinggi yang
tau-tau sudah berdiri di samping mereka.
“Kalian
tidak perlu takut. Aku Profesor Polder.” Kata orang misterius itu sambil
tersenyum ke arah mereka. Dia terlihat seperti orang asing. Di wajah putihnya
yang berminyak, ada janggut yang tumbuh lebat di dagunya. Di atas hidungnya
yang besar, bertengger kacamata hitam. Di atas kepalanya, ia memakai toga
dengan tali merah terpasang di toganya. Ah, iya! Ia memakai gaun merah marun
panjang! Wajah putih dan kerah putihnya sangat serasi dengan tali merah di toga
dan gaun merahnya. Tapi wajah orang itu terlihat menakutkan.
“Aku
datang kesini ingin bertemu kalian berdua. Aku akan mengajak kalian ke negeri
ajaib yang menarik. Kalian akan ikut bersamaku. Kalian mau?” kata Profesor
Polder sambil terus mengarahkan tangannya ke arah tong. Tousuke dan Hitomi
sampai saat itu masih saja belum bisa buka suara. Karena Tousuke berpikir nggak
baik juga kalo terlalu takut, ia mengedipkan mata ke Hitomi lalu melangkah maju
mendekati orang misterius itu.
“Sebenarnya
kamu siapa? Tadi kamu bilang Profesor Po siapaa gitu. Kamu berasal darimana?!”
sambil berkata tegas seperti itu, Tousuke berusaha menyuruh dirinya untuk
tenang.
“Namaku
Profesor Polder. Namaku susah disebut, ya? Kalau begitu kalian boleh
memanggilku Profesor Po.”
“Kamu
berasal darimana?”
“Asalku?
Hahaha....sekarang aku tidak bisa mengatakannya. Nanti kalian juga akan tahu. Tapi
aku bukan orang aneh, kok. Jadi kalian tenang saja dan ikut bersamaku.”
“Tidak!
Kami tidak bisa percaya begitu saja denganmu! Kamu yang menyebut diri Profesor
Po, justru lebih aneh. Ditambah lagi, daritadi kami liat kamu muncul diantara
asap putih. Asap putih itu berasal dari tong kecil ini. Walaupun tubuhmu
dipotong jadi empat bagian pun, tubuh besarmu itu tidak mungkin muat di tong
ini. Kamu yang bisa keluar dari tong sekecil itu, benar-benar tidak masuk akal!
Karena itu kami merasa kalau kamu adalah hantu atau penyihir. Kami tidak akan
ikut orang aneh! Walaupun...pengen liat negeri ajaib itu sih.”
“Hahahaha....kalian
terlalu khawatir. Aku bukan orang aneh. Aku juga bukan hantu bukan juga
penyihir. Kalo kalian pikir aku orang aneh, aku sama sekali bukan orang aneh. Aku
mengajak kalian karena ilmu pengetahuan kalian kurang.”
“Tunggu,
Profesor Polder! Jangan mengalihkan pertanyaanku, ya. Coba jelaskan, bagaimana
caranya kamu bisa keluar dari tong sekecil itu sementara badanmu besar? Kalau
kamu tidak mau menjelaskan, kita tidak akan percaya padamu.” Tousuke tidak mau
mengalah begitu saja.
Setelah
Profesor misterius itu mengangguk kuat-kuat, ia berkata sambil memandang ke
arah Hitomi.
“Kalian
pasti pernah belajar ruang geometri Euclidian di dunia ini. Tapi yang ini
berbeda. Ruang yang tidak ada Euclidian. Intinya ruang non-Euclidian dan itu
benar-benar ada. Seperti itulah yang aku ciptakan. Aku menciptakan ruang yang
menghubungkan antara dunia ini dan dunia di dalam tong ini dengan menggunakan
ruang non-Euclidian. Coba saja kalian masuk ke tong ini sesuai instruksiku.
Tidak akan apa-apa. Disitu ada dunia yang saking luasnya sampe membuat kalian
terkaget-kaget. Aku akan memandu kalian.” Profesor Polder antusias sekali
mengajak mereka. Hitomi dan Tousuke berpikir apa mereka benar-benar bisa masuk
ke tong ini? Di dalam tong sekecil ini, mana mungkin bisa masuk? Ditambah lagi,
dunia mengejutkan seperti apakah yang akan menanti mereka?
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment