Thursday, February 9, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act. 3



Profesor Aneh
            Jujur saja Hitomi dan Tousuke sudah merasa ingin pingsan aja liatnya. Tapi untungnya mereka bisa bertahan. Mereka berdua memang melihatnya. Asap putih muncul dari dalam tong, dan dari balik asap itu muncul orang misterius bertubuh tinggi yang tau-tau sudah berdiri di samping mereka.
            “Kalian tidak perlu takut. Aku Profesor Polder.” Kata orang misterius itu sambil tersenyum ke arah mereka. Dia terlihat seperti orang asing. Di wajah putihnya yang berminyak, ada janggut yang tumbuh lebat di dagunya. Di atas hidungnya yang besar, bertengger kacamata hitam. Di atas kepalanya, ia memakai toga dengan tali merah terpasang di toganya. Ah, iya! Ia memakai gaun merah marun panjang! Wajah putih dan kerah putihnya sangat serasi dengan tali merah di toga dan gaun merahnya. Tapi wajah orang itu terlihat menakutkan.
            “Aku datang kesini ingin bertemu kalian berdua. Aku akan mengajak kalian ke negeri ajaib yang menarik. Kalian akan ikut bersamaku. Kalian mau?” kata Profesor Polder sambil terus mengarahkan tangannya ke arah tong. Tousuke dan Hitomi sampai saat itu masih saja belum bisa buka suara. Karena Tousuke berpikir nggak baik juga kalo terlalu takut, ia mengedipkan mata ke Hitomi lalu melangkah maju mendekati orang misterius itu.
            “Sebenarnya kamu siapa? Tadi kamu bilang Profesor Po siapaa gitu. Kamu berasal darimana?!” sambil berkata tegas seperti itu, Tousuke berusaha menyuruh dirinya untuk tenang.
            “Namaku Profesor Polder. Namaku susah disebut, ya? Kalau begitu kalian boleh memanggilku Profesor Po.”
            “Kamu berasal darimana?”
            “Asalku? Hahaha....sekarang aku tidak bisa mengatakannya. Nanti kalian juga akan tahu. Tapi aku bukan orang aneh, kok. Jadi kalian tenang saja dan ikut bersamaku.”
            “Tidak! Kami tidak bisa percaya begitu saja denganmu! Kamu yang menyebut diri Profesor Po, justru lebih aneh. Ditambah lagi, daritadi kami liat kamu muncul diantara asap putih. Asap putih itu berasal dari tong kecil ini. Walaupun tubuhmu dipotong jadi empat bagian pun, tubuh besarmu itu tidak mungkin muat di tong ini. Kamu yang bisa keluar dari tong sekecil itu, benar-benar tidak masuk akal! Karena itu kami merasa kalau kamu adalah hantu atau penyihir. Kami tidak akan ikut orang aneh! Walaupun...pengen liat negeri ajaib itu sih.”
            “Hahahaha....kalian terlalu khawatir. Aku bukan orang aneh. Aku juga bukan hantu bukan juga penyihir. Kalo kalian pikir aku orang aneh, aku sama sekali bukan orang aneh. Aku mengajak kalian karena ilmu pengetahuan kalian kurang.”
            “Tunggu, Profesor Polder! Jangan mengalihkan pertanyaanku, ya. Coba jelaskan, bagaimana caranya kamu bisa keluar dari tong sekecil itu sementara badanmu besar? Kalau kamu tidak mau menjelaskan, kita tidak akan percaya padamu.” Tousuke tidak mau mengalah begitu saja. 
            Setelah Profesor misterius itu mengangguk kuat-kuat, ia berkata sambil memandang ke arah Hitomi.
            “Kalian pasti pernah belajar ruang geometri Euclidian di dunia ini. Tapi yang ini berbeda. Ruang yang tidak ada Euclidian. Intinya ruang non-Euclidian dan itu benar-benar ada. Seperti itulah yang aku ciptakan. Aku menciptakan ruang yang menghubungkan antara dunia ini dan dunia di dalam tong ini dengan menggunakan ruang non-Euclidian. Coba saja kalian masuk ke tong ini sesuai instruksiku. Tidak akan apa-apa. Disitu ada dunia yang saking luasnya sampe membuat kalian terkaget-kaget. Aku akan memandu kalian.” Profesor Polder antusias sekali mengajak mereka. Hitomi dan Tousuke berpikir apa mereka benar-benar bisa masuk ke tong ini? Di dalam tong sekecil ini, mana mungkin bisa masuk? Ditambah lagi, dunia mengejutkan seperti apakah yang akan menanti mereka?

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment