Saturday, January 5, 2013

Yakuza Van Java (Act 2)



Pulang sekolah....
           
            Rita berjalan gontai. Tadi ia dan Shizuka benar-benar dimarahi oleh Pak Budi.
“Hoy, Rita hari ini kita jalan-jalan yuk.” Ajak Shizuka riang. Rita menghentikan langkahnya. Ia menengok ke arah Shizuka yang riang gembira berjalan di belakangnya dengan muka sangat kusut dan lemes.
“Kamu ini nggak kesel sama sekali, ya?”
“Nggak. Hahhahahha...gue nggak gitu ngerti sih. Hahahahhha...gue pikir pas lo bilang killer dia mau bunuh kita karena telat ternyata nggak, kan. Berarti dia kan bukan mantan pembunuh, Rita.” Kata Shizuka santai seraya berjalan mendahului Rita yang masih terbengong-bengong dengan jawaban Shizuka yang sangat polos itu. Ya, Tuhan. Aku bener-bener ketemu orang bego kayak dia. Dia pikir killer itu dari bahasa inggris yang artinya pembunuh? Ya, ampun....dasar orang asing. batin Rita seraya menghela nafas dan berlari menyusul Shizuka yang sudah jalan jauh di depannya.
“Aa~ Shizu~ tung..” Bruk!
“A! Maaf.” Kata Rita saat badannya menabrak seseorang. Namun, ternyata orang tersebut menggaet tangan Rita.
“Halo, nona manis~ Wah, kayaknya orang kaya, nih. Bagi duit dong.” Kata seorang cowok berbadan cukup besar. Rita sangat ketakutan.
“A...aku...le...lepas...”
“Hah? Apa? Suaranya kecil amat. Nggak usah takut sama kita, dek. Yuk main sama kita.” Kata salah satu cowok berambut gondrong dan bertato banyak. Gawat!
“LEPASIN! TOLONG~!” Teriak Rita tiba-tiba seraya berusaha melepaskan tangannya dari cowok berbadan besar tersebut.
“HAHAHAHA....’tolong’ katanya? Hahahahhaha....” Tawa orang yang memegang tangan Rita diikuti tawa ketiga temennya.
“Dek...percuma minta tolong. Orang-orang takut sama gue dan nggak bakalan....”
DUAK! Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memukul jatuh cowok besar yang memegang tangan Rita. Seketika itu cowok besar tersebut jatuh bertubi-tubi dan tersungkur mencium aspal dan mendarat di tumpukan tong sampah.
“Shizuka~!” Seru Rita senang seraya menghampirinya.
“Hei, cewek. Jangan main-main, ya sama kami. Gue nggak bakalan...” DUAK! DHUG! PLAK!PLAK!PLAK! BUAK! Dengan lincah dan gesit, Shizuka ‘membereskan’ preman-preman yang tersisa disana. Rita melihat pemandangan itu dengan tatapan kagum. Padahal seharusnya dia nggak denger teriakanku tadi tapi...
“Lo nggak papa?” Tanya Shizuka setelah mengalahkan keempat preman yang menjahati Rita tadi. Rita menggeleng.
“Nggak papa, kok. Shizu. Makasih, ya.” Kata Rita seraya tersenyum.
“Ayo.” Ajak Shizuka.
“GUE BUNUH LOOOO~!” Seru salah seorang preman yang telah sadar seraya melesat ke arah Shizuka dengan menghunuskan pisau. Tapi dengan mudah ia menendang tangan  si preman yang memegang pisau.
“HUH! MASIH BELUM JERA JUGA YA?! RASAKAN INI~!” Seru Shizuka seraya menendang muka preman tersebut bertubi-tubi. Muka preman tersebut sampai seperti nggak berbentuk begitu tersungkur pingsan di jalan.
                  Shizuka berjalan dengan baju seragam yang udah berantakan. Wajah mulusnya bersimbah keringat. Ia mengambil sapu tangan dari tas nya dan mengelap keringat yang membasahi wajahnya. Rita melihat adegan itu dengan tatapan yang lagi-lagi kagum. Cantiknya...begini ya muka orang Jepang. batin Rita.
“Eh, Rita. Indonesia sepanas ini, ya? Panas amat~” Celetuk Shizuka seraya menghalangi wajah dengan tangan kanannya. Rita langsung tersadar dari dunianya.
“A! Aaa...i..iya~ iya.”
“Lo kenapa? Ada yang luka, ya?” Kata Shizuka seraya mendekati Rita dan berjongkok melihat kaki Rita.
“HYAAA~! MA...MAU APA...”
“Hahahhaha....Rita...nggak usah teriak gitu dong. Tuh, lutut lo berdarah. Dikit doang sih. Bentar.” Kata Shizuka seraya mengambil perekat luka dari tas nya dan menempelkannya ke lutut  Rita.
“Nah, udah beres.” Kata Shizuka senang.
“Ma...makasih, ya.” Kata Rita. Shizuka tersenyum.
“Wah!” Tiba-tiba Shizuka berseru senang melihat di depannya ada toko es krim.
“Rita, lihat! Ada toko es krim! Gue paling suka es krim! Yuk, kita kesana!” Ajak Shizuka seraya menggandeng tangan Rita dan berlari. Setelah menyebrang, mereka tiba di sebuah toko es krim yang lumayan kecil untuk ukuran sebuah toko.
“Wah! Kawaii mise[1]!” Seru Shizuka senang begitu masuk ke dalam toko dan membuat orang-orang yang sedang makan di sana kebingungan nggak ngerti apa yang dibilang nya tadi termasuk Rita.
“Ssstt! Shizuka! Jangan keras-keras!” Bisik Rita seraya menarik duduk Shizuka yang masih terbengong-bengong bego melihat toko yang memang di set ala cewek itu.
“Mau pesan apa?” Tanya pelayan ramah seraya menyerahkan daftar menu.
“Pesan Ogura Ice Cream[2] satu, ya.” Kata Shizuka ceria seraya tesenyum senang. Pelayan wanita itu terlihat bingung garuk-garuk kepala.
“A! Aaa~ ahahhahaha....pesan banana split aja dua, ya, Teh. Hahahhaha...” Kata Rita cepat nggak mau membuat pelayan itu berpikir. Pelayan tersebut mengangguk dan pergi dengan tampang masih kebingungan dan melihat wajah Shizuka yang senyam-senyum seperti anak kecil.
“Hore~ udah lama gue nggak makan Ogura Ice Cream.” Kata Shizuka senang. Aduh~ gimana bilangnya, ya. Aku aja nggak tahu o...o...apalah ice cream gitu...mana ada disini? batin Rita seraya melirik takut ke arah Shizuka. Saat pelayan tersebut datang membawa pesanannya, Shizuka hanya melongo melihat gelas besar yang tersaji di depannya.
“A! Hei~ Pelayan~!” Panggil Shizuka yang segera direspon Rita dengan gelengan kuat dan kibasan tangan ke arah pelayan yang hendak mendatangi mereka.
“Kenapa, Rita? Ogura Ice Cream bukan begini.”
“Iya, aku yang pesenin itu. Sorry Shizu. Tapi, blablabla....ice cream itu...
“Ogura.”
“Iyalah itu. Nggak ada disini.”
Shizuka hanya melongo. Dengan muka kecewa berat dan terlihat seperti batu, ia makan dengan nggak semangat.
“Hmm...enak. enak. enak.” Shizuka terus mengulang-ulang kata ‘enak’ setiap dia menyendokkan es krim ke mulutnya dengan wajah shok. Waduh, kayaknya Shizuka shok. Wajar sih ini pertama kalinya mungkin ya dia tinggal di Indonesia. Jadi nggak tau apa-apa.
“Shizu kenapa mukanya kusut gitu? Nggak suka, ya?” Tanya Rita memancing Shizuka yang memang terlihat nggak bersemangat itu seraya memasang tampang kecewa. Berhasil! Shizuka melihat wajah ‘kecewa’ Rita yang sangat bagus itu.
“Wah! Enak! enak banget! Hmmm! Jadi mau lagi mau lagi!” Seru Shizuka yang nggak ingin melihat wajah kecewa Rita seraya mengangkat gelasnya dan makan cepat-cepat sampai habis. Rita tersenyum. Hihihi....Shizu emang polos banget. Tiba-tiba, Rita teringat sesuatu yang ingin dikatakannya dan menaruh sendok es krimnya seraya terdiam.
“Lo kenapa, sih? Daritadi diem aja. Ka...kalo es krim udah abis kok. Nih liat.” Kata Shizuka seraya menunjukkan gelasnya yang kosong. Rita melihat wajah cewek manis di depannya dengan ragu. Cerita nggak, ya.
“Oh, kalo gitu gue pesen lagi deh.” Kata Shizuka seraya hendak memanggil pelayan tapi dicegah oleh Rita.
“Bukan itu.”
“Terus?”
Rita terdiam sesaat. Matanya terus memandang Shizuka yang menatapnya dengan penuh penasaran.
“Kamu...tau kan Izan temen sekelas kita.” Kata Rita memulai pembicaraan setelah suasana hening sesaat. Wajah Shizuka terlihat seperti berpikir keras. Rita menghela nafas.
“Itu, lho cowok yang kamu pukul tadi pas perkenalan.” Seketika itu muka Shizuka yang tadi serius berpikir berubah cuek.
“Oh, si cowok kurus itu, ya.” Kata Shizuka seraya membuang muka.
“Dia nggak lemah, Shizu. Kamu....kamu...harus hati-hati sama dia. Kalo bisa sih....jangan cari gara-gara sama dia.” Kata Rita takut. Shizuka melongo mendengar kata-kata Rita yang emang terlihat ketakutan itu.
“Hahahahahahhaha....” Rita melongo melihat Shizuka yang tertawa terbahak-bahak.
“Shizuka! Aku serius!” Seru Rita yang emang nggak suka diketawain kalo ia lagi bicara serius.
“Hahahaha...maaf...hahaha...cowok...hahha...lemah kayak gitu...ahhahah...”
“Terserah kamu deh percaya atau nggak. Mungkin di mata kamu dia emang lemah. Tapi....” Shizuka berhenti tertawa ingin tahu kelanjutannya.
“Tapi...dia tipe cowok yang nggak akan ngelepasin orang yang berani menentangnya sekalipun lawannya cewek. Nggak ada satu pun yang berani menentangnya termasuk guru-guru. Karena orang tuanya orang berpengaruh di sekolah kita. Dan yang ku dengar dari gosip-gosip temen-temenku katanya di luar dia punya banyak kenalan gengster dan preman-preman, lho.” Ujar Rita panjang lebar. Shizuka menundukkan wajahnya. Hmmm...syukurlah. Sepertinya dia ngerti. Setidaknya aku udah nyelamatin dia. batin Rita tersenyum.
“Menarik.” Kata Shizuka pelan dengan kepala masih menunduk. Rita berusaha nggak mempercayai pendengarannya.
“A...apa...”
“Menarik. Ternyata si cowok kurus itu menarik juga!” Seru Shizuka senang seraya berdiri dan menatap Rita dengan mata berbinar-binar. Pengunjung yang duduk di sebelah mereka menengok ke arah mereka mendengar keributan Shizuka.
“Shizuka! Duduk!” Perintah Rita seraya tersenyum ke arah seorang Ibu dan anak yang melihat mereka dengan tampang bingung dan aneh. Shizuka menoleh ke arah Ibu dan anak tersebut dan tersenyum manis sekali dan membuat mereka serasa terbang melayang dan ikut senyum. Shizuka perlahan duduk kembali.
“Shizuka. Aku nggak abis pikir sebenarnya apa yang...”
“Besok, gue mau ketemu dia ah. Mau nantangin. Udah pasti menang gue dong ahahhahahha...”
“Shizuka...dengerin...”
“Eh, Rita. Besok kita berangkat bareng, yuk. Nanti gue jemput kamu ya. Rumah lo di...”
BRAAAK! Tiba-tiba Rita memukul meja. Sekarang nggak hanya Ibu dan anak itu yang memandangi mereka berdua tapi orang-orang sekeliling mereka. Rita sadar tapi ia memilih masa bodo.
“Ri...Rita...ke...kenapa...”
“Dengerin dong kalo orang lagi ngomong. Nggak sopan tau!” Ujar Rita dengan nada setengah naik seraya menundukkan kepala. Ia takut kalo-kalo Shizuka akan menghajarnya nggak peduli seberapa banyak orang di tempat itu. Tapi, ia sudah siap fisik dan mental. Shizuka membelai rambut Rita dan membuat Rita mendongakkan kepalanya sedikit menatap Shizuka. Cewek di depannya itu bukannya marah atau bermuka setan seperti yang ia lihat saat menatap Izan. Tapi malah tersenyum cerah bak malaikat.
“Gue tahu kok. Lo khawatir sama gue, kan?”
“Shizu! Dia itu bengis! Dia itu nggak ada belas kasihan kalo udah benci orang! Dia itu...dia itu...” Suara Rita tercekat nggak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata tentang kejahatan Izan.
“Rita...lo nggak usah khawatir. Gue bakalan baik-baik aja. Gue janji sama lo.” Kata Shizuka serius. Rita melihat bola mata Shizuka berwarna kecoklatan indah itu seperti tajam menusuk hatinya.  Dia serius.
“Yok, kita pulang.” Ajak Shizuka seraya tersenyum. Seketika itu, hati Rita meleleh. Ketakutan yang tadi dirasakannya saat mengingat Izan mendadak hilang. Serasa ada pelangi musim semi menghiasi hatinya yang tadinya di penuhi badai salju yang dingin. Rita mengangguk mantap dan beranjak dari duduknya menuju kasir dan keluar. Aku percaya Shizu. batin Rita walau hatinya masih sedikit mencemaskannya.





            “Izan, dari mana aja kamu? Baru pulang jam segini.” Kata mamanya dengan nada serius seraya menutup majalah yang tadi dibacanya saat melihat Izan yang seragamnya sudah nggak rapi itu. Izan menengok sekilas dengan muka cuek ke arah Ibunya.
“Mau tau banget, ya?”
“IZAN!”
“Mah! Izan bukan anak kecil lagi, ma.”
“Lagakmu bicara begitu! Baru kelas dua SMP aja udah belagu! Mama tanya sekali lagi....” Ibu Izan nggak bisa melanjutkan kata-katanya saat beranjak dari sofa mewahnya dan menghampiri Izan, ia melihat bercak-bercak merah di kemejanya. Ibu Izan menutup mulutnya terkejut.
“Apa? Mama kaget liat darah? Nih! Liat sampe puas!” Kata Izan seraya mendekatkan kemejanya yang bau anyir darah plus keringat itu. Ibu Izan menjauh ngeri.
“Izan. Mama sudah bilang berkali-kali jangan berantem lagi.” Kata Mama pelan.
“Aah~ Izan kan cowok, Mah. Kalo nggak berantem nggak gaul.” Kata Izan sekenanya seraya hendak pergi.
“Tunggu, Izan! Mama belum selesai ngomong!”
“Apa lagi, sih... Izan capek. Urus aja pekerjaan Mama dan pasien-pasien lemah dan bodoh itu.”
“IZAN!”
“Apa? Mama mau mukul Izan? Sok pukul. Ayo, pukul.” Tantang Izan seraya menunjukkan pipinya yang putih itu. Mama mengendurkan kepalan tangannya. Sudah pasti, seorang Ibu nggak mungkin memukul anaknya. Itu yang ada di pikiran Ibu Izan.
“Atau....Mama mau Izan keluar dari sekolah yang diurus Mama itu? Hah?” Ibu Izan tersentak mendengar perkataan buah hati satu-satunya itu.
“Jangan Izan. Mama mohon. Jangan. Mama nggak mau liat kamu menderita pas dewasa nanti.”
“Makanya. Nggak usah ikut campur urusan Izan. Mau Izan pulang jam satu malem kek nggak pulang sekalian kek. Itu bukan urusan Mama.” Kata Izan seraya pergi meninggalkan Ibunya.

            Izan melempar tasnya sembarangan begitu tiba di kamarnya dan langsung menjatuhkan badannya di ranjang. ‘jangan pernah sebut nama Poinem di depan gue.’ Kata-kata dan tatapan tajam bagai setan Shizuka masih terngiang di telinga dan matanya. Tidak hanya itu, tendangan keras dan bogem Shizuka pun masih kerasa di perut dan kakinya. “Sial!” Seru Izan pelan seraya meninju tembok di sampingnya. “Sial! Sial! Sial! SIAAAAAAL! Gue? Gue cowok berkuasa di sekolah dan di luar kalah sama cewek kasar kayak dia?! Kenapa? KENAPA!” Izan menatap langit-langit kamarnya. Hatinya terasa kacau. Selama ini, baik di sekolah maupun di luar sekolah nggak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya dalam hal berantem. Tapi kini, disaksikan empat puluh tiga lebih temen-temennya di kelas ia dikalahkan dengan mudah oleh Shizuka. Dan disaksikan oleh temen-temen sekelasnya juga ia memohon-mohon ampun kayak orang bodoh. Izan mengacak-acak rambutnya stres.
“Shizuka Poinem....hhh! Liat aja besok. Lo nggak akan bisa lagi menatap gue dengan tatapan setan lo itu. Gue bikin hidup lo menderita! Lo nggak akan pernah gue lepasin sampai gue lihat lo babak belur mohon ampun sama gue. Gue nggak akan berbelas kasihan sekalipun lo cewek. Awas lo.” Janji Izan seraya tersenyum jahat membayangkan rencana yang sudah terpikir di otaknya itu untuk dilaksanakan besok di sekolah. Ia mengambil hp nya dan memencet angka-angka di hp itu.
“Halo, Zal. Ini gue Izan. Besok berangkat pagi, ya.” Izan terdiam sesaat mendengar suara di seberang sana yang terdengar seperti terkejut. “Ah, bukan. Gue nggak kesurupan setan apa-apa, kok. Gue...mau bikin perhitungan sama cewek kasar itu.” Kata Izan seraya tersenyum penuh arti.

-BERSAMBUNG-



[1] Wah! Toko yang lucu~!
[2] Es krim asal Jepang yang terbuat dari kacang merah.

3 comments:

  1. terimakasih~ saya akan terus berjuang! Ganbarima~su! ^0^p

    ReplyDelete
  2. Sekedar info: Yakuza van Java bakal aktif update di wattpad
    silahkan kunjungi situsnya yaa : https://www.wattpad.com/myworks/124346029/write/476513303

    ReplyDelete