Tuesday, January 3, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Jangan Biarkan Kapal Hantu Lolos!



Jangan Biarkan Kapal Hantu Lolos!
          Entah ini sudah yang keberapa kali kah mereka bertemu dengan kapal hantu. Kalau tidak salah saat kapal Wajima Maru ditenggelamkan dan semuanya kabur, naik empat sekoci, kemudian kapal hantu ini muncul. Berarti dengan yang sekarang sudah dua kali kapal itu muncul. Awalnya hanya dengan menembakkan satu peluru ke arah kapal hantu itu, dan tidak terjadi apa-apa. Tapi hari ini kapal hantu itu terlihat berbeda! Kenapa? Karena pada sekoci dua tadi, ditemukan sepotong tangan Maruo sang teknisi komunikasi yang menggenggam semacam surat. Arti dari “jangan dekati kapal hantu” mungkin saja maksudnya adalah kapal hantu ini melakukan hal yang mengerikan kepada Maruo dan para awak kapal sekoci dua sebelumnya. Sebenarnya kejadian seperti apa yang dialami mereka? Dan kemana mereka pergi? Ah, tidak! Daripada disebut pergi, mungkin lebih tepat dengan kalimat : semua terbunuh tanpa tersisa satu orang pun. Dan sekarang di tengah hujan lebat ini, kapal hantu sialan itu tiba-tiba muncul!
            “Hoi, kapal hantu! Kali ini aku tidak akan membiarkanmu begitu saja! Kaulah musuh rekan kami! Aku harus membalaskan dendam mereka, akan ku hajar habis-habisan!” dari dua sekoci, para awak kapal kompak menyuarakan kemarahan mereka kepada kapal hantu. Mereka benar-benar lupa akan ganasnya badai petir, ombak yang bergunung-gunung dan keangkeran kapal hantu. Mereka sangat membenci kapal hantu itu.
            “Kapten, tolong izinkan saya untuk mendatangi kapal hantu itu. Saya ingin mencari tau kenapa teman-teman saya dibunuh. Pasti rahasianya ada di dalam kapal itu.”
            “Izinkan saya juga, Kapten. Maruo pemuda yang baik dan ramah. Aku ingin membalaskan dendam Maruo. Saya menderita kalo saya hanya tinggal diam.” Lama kelamaan semuanya datang ke Kapten untuk meminta izin menyelidiki kapal hantu. Kapten Saeki jadi bingung nggak tau harus bagaimana. Padahal sebelum kapal hantu itu muncul, mereka mengeluh lapar dan haus bagai orang sakit. Tapi sekarang, mereka berdiri tegak dan semangat layaknya orang siap perang. Walaupun ombak bergulung-gulung, hujan badai mengganas dan ada peringatan tertulis untuk tidak mendekati kapal hantu mengerikan itu, mereka tidak merasa gentar sama sekali. Melihat hal itu, Kapten Saeki mengangguk mantap.
            “Oke, aku mengerti maksud kalian. Kalau begitu, kita akan pergi menyelidiki kapal hantu itu!”
            Terdengar suara kegembiraan dari dua sekoci.
            “Sekarang aku akan memberi perintah. Pak Furuya akan bertindak sebagai ketua penyidik. Para awak kapal di sekoci dua akan menjadi tim penyidik, segera berangkat! Sedangkan para awak sekoci satu akan menjadi tim cadangan dan awasi keadaan kapal hantu baik-baik!” Mendengar perintah beliau, ada yang merasa senang dan ada juga yang merasa kurang puas.
            “Bukan saatnya untuk meributkan hal ini! Di saat kalian sibuk komplain, kapal hantu itu akan pergi jauh! Hei, sekoci dua! Ayo berangkat!”

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment