Tuesday, January 10, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Cahaya Misterius di dalam Kapal



Cahaya Misterius di dalam Kapal
          Kekuatan badai semakin melemah, dan hujan pun semakin mereda. Para awak sekoci dua yang telah menyebar di berbagai tempat, masing-masing sudah memegang senjata entah itu pisau atau balok kayu. Mereka siap menerima perintah untuk mulai menyerang. Karena itu, tubuh mereka mengeras.
            “Kita akan siap tempur!” Pak Furuya akan memberi aba-aba.
            “Saat menyelidiki bagian dalam kapal, setidaknya kalian harus berdua. Jangan ada yang sendirian! Pertama, aku dan Kaitani akan pergi ke anjungan kapal. Kemudian, kalo tidak terjadi apa-apa selama sepuluh menit, aku akan melambaikan tangan. Setelah itu kalian mulai selidiki bagian dalam kapal!” Setelah berkata begitu, Pak Furuya dengan cepat lompat ke pinggir kapal, dan naik ke atas geladak. Kaitani yang membawa senapan pun ikut naik ke atas geladak. Para awak sisanya mengawasi mereka berdua yang sedang naik ke atas di pinggir kapal. Saat itu lagi-lagi langit menjadi gelap dan hujan mulai turun.Sosok Kaitani dan Pak Furuya yang sedang bergerak pelan, jadi tak terlihat jelas karena terhalang hujan menyedihkan itu.
            “Kita bergerak!” Pak Furuya menarik tangan Kaitani lalu bergerak cepat. Mereka masuk ke anjungan kapal dengan meniti tangga yang sempit.
            “Sudah kuduga, tidak ada orang.” Kaitani memandang sekeliling anjungan kapal dengan tubuh yang terguyur hujan.
            “Pak kepala, dari tadi saya merasa kepikiran. Ada hal aneh disini. Coba liat itu.” Kaitani menunjuk ke atas anjungan dengan wajah nyinyir merinding.
            “Memang tidak begitu keliatan karena terbasuh hujan, tapi kenapa ya dimana-mana terdapat tetesan darah begini?”
            “Iya juga, ya. Kalo disini tepi pantai...ah, bukan! Kalo disini hutan sih bisa dipastikan itu jejak kaki binatang buas, yaa.”
            “Hmm...saya serius. Kita kan sedang berada di atas laut!” Kata Kaitani. Tapi baik Pak Furuya maupun Kaitani, mereka tidak bisa memecahkan misteri noda darah aneh itu. Di saat itu, tak terasa sudah sepuluh menit berlalu dari waktu yang ditentukan.
            “Pak kepala, semua awak yang berada di tepi kapal sedang menunggu aba-aba Pak kepala.”
            “Oh, iya. Kalo begitu kita akan segera menelusuri bagian dalam kapal!” Setelah bilang begitu, Pak kepala melambaikan tangan ke arah para awak kapal dan mengirim kode ke mereka. Setelah menunggu lama, akhirnya mereka semua naik juga ke atas geladak.
            “Hei, Kaitani. Ayo kita pergi ke kabin.”Lalu mereka berdua turun menuju kabin. Tapi setelah mendobrak atau membuka pintu kabin mana pun, bagian dalam kabin semuanya berantakan.
            “Sebenarnya, apa yang terjadi pada tamu-tamu kapal ini?”
            “Pastinya dibunuh sama hantu-hantu itu.”
            “Begitu, yaa. Tapi...ini terlalu kejam. Hmm...jangan-jangan di dalam kapal ini terjadi wabah penyakit yang mengerikan, lalu semuanya meninggal. Bisa jadi, kan?”
            “Hah? Wabah penyakit?” Raut wajah Kaitani seketika itu berubah.
            “Iya! Mungkin saja begitu! Kapal ini terserang wabah pes atau penyakit bervirus lainnya yang tidak jelas. Lalu karena tidak ada satu obat pun yang manjur, semua penghuni kapal tewas. Bagaimana?”
            “Tapi, Pak kepala. Disini hanya ada tulang belulang manusia. Terus bagaimana soal jasad manusia yang tidak ada satu pun dalam keadaan utuh itu?”Selagi mereka membicarakan hal itu, mereka berdua keluar dari anjungan dengan meniti tangga. Saat itu mereka mendengar suara semacam ketukan dari arah gudang di bawah. Suara aneh itu terus terdengar di gudang bawah. Mereka berdua mengikuti suara itu dan sampai di pintu gudang kedua bagian ujung. Sekitarnya gelap gulita karena lampu mati. Tapi entah darimana tiba-tiba tercium bau anyir darah.
            “Ah! Di tempat seperti itu, ada sesuatu yang bercahaya!” Kaitani menarik lengan Pak Furuya.

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment