Thursday, March 2, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act. 9



Percobaan Kucing
            Dokter Camp yang tak terlihat itu lalu melanjutkan cerita anehnya setelah menghela napas.
            “Mengapa saat sebuah benda tersinari cahaya, benda tersebut bisa terlihat? Itu karena cahaya yang merefleksikan objek. Atau cahaya masuk ke dalam objek, lalu membelokkannya. Jikalau tersinari cahaya dan cahaya itu nggak bisa merefleksikan atau membelokkan objek, maka benda itu jadi tak terlihat contohnya benda-benda yang terbuat dari kaca. Kaca memang benda tembus pandang tapi bentuknya terlihat. Itu karena cahaya lebih membelok ke dalam kaca dibandingkan ke dalam udara, walaupun ada bagian dari sebuah kaca yang tidak terbelokkan. Coba kaca itu dimasukkan ke dalam air. Kaca itu jadi sulit terlihat. Hal ini karena indeks bias air hampir sama kadarnya dengan indeks bias kaca. Cahayanya langsung menembus kaca. Maka dari itu kaca di dalam air jadi susah terlihat. Kalau kaca dipecah menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam air, maka kaca itu jadi benar-benar tak terlihat. Inilah petunjuk besarnya. Tubuh manusia bisa menghilang, cukup jika indeks biasnya bisa menyamai udara. Saat itu juga, cahaya tidak akan merefleksikan dan menyerap tubuh kita. Aaah, pemikiran yang bagus kan? Dan aku akhirnya telah menyelesaikan pekerjaan besar itu. Seperti yang kalian lihat! Apa kalian bisa lihat diriku disini? Kalau kaca mungkin bisa terlihat, tapi kalian mau melihatku bagaimana juga tidak akan bisa melihatku. Sel yang membentuk tubuhku berubah dengan cara tertentu, dan menjadi benar-benar tak terlihat diantara udara. Kira-kira sudah sepuluh jam selku berubah seperti ini dan rasanya menyakitkan seperti mau mati. Saking sakitnya aku sampai tidak bisa menjelaskan......”
            Air di dalam gelas kimia mulai mendidih.
            “Tadi hal pertama yang ku bilang bahwa aku membuat seutas benang jadi tak terlihat. Kedua, aku melakukan percobaan ini pada binatang—seekor anak kucing. Kucing itu selalu manjat-manjat di jendela rumahku. Aku jadi terpikir untuk menjadikan kucing itu sebagai kelinci percobaanku. Lalu aku diam-diam membuka jendela dan menunjukkan ikan kering sisa makanku padanya. Lalu anak kucing itu masuk ke dalam. Saat anak kucing itu tidur di kursi karena kenyang, aku menyuntik obat penenang dan membuatnya benar-benar tertidur. Mungkin anak kucing itu terus tidur sampai dua puluh empat jam. Aku menggendongnya dan menaruhnya di depan dinamo. Lalu dengan hati-hati aku memasang alatnya ke tubuh si kucing untuk mengubah sel-selnya. Lima jam lebih tubuh kucing itu lama-kelamaan memudar, kaki-kakinya mulai tak terlihat. Di jam ketujuh, kucing itu jadi mengganas dan muntah-muntah sambil menutup matanya. Sepertinya sangat kesakitan. Lalu tubuh kucing itu tak terlihat seutuhnya selama sejam. Saat aku ingin menangkapnya, kucing itu ada di atas rak. Tapi bukan berarti wujud kucing itu benar-benar tak terlihat. Aku melihat dua benda bulat, tipis dan biru bulat melayang-layang tiga senti dari atas rak. Itu pasti mata si kucing. Warna darah, bulu dan matanya tidak hilang. Setelah dua puluh jam berlalu, baru deh wujud si kucing benar-benar menghilang. Aku meraba-raba dan mendapati pita yang terikat di leher si kucing, lalu aku memindahkan kucing itu ke kotak di sudut kamar. Setelah itu aku mengantuk. Penelitianku ini benar-benar menguras habis tenagaku. Kemudian aku terbangun dari tidur panjangku karena mendengar suara kucing yang berisik. Saat aku bangun, aku masih dengar suaranya tapi wujudnya tak terlihat. Aku langsung sadar bahwa aku masih mengikat kucing itu dengan tali. Aku keliling kamar untuk mencari kucing itu dengan mengandalkan suaranya. Tapi yaah nggak ketangkep. Aku memecahkan kaca jendela dengan sapu dan setelah itu suara kucingnya hilang. Pasti kucing tak terlihat itu sudah kabur lewat lubang di jendela. Begitulah, kucing itu jadi satu-satunya kucing di dunia yang tak terlihat. Kalian hati-hati ya kalo bertemu kucing itu. Karena kalian nggak akan tau saat kucing itu ingin merobek leher kalian. Kucing itu telah menjadi kucing unik. Hmmm...kok kayaknya ada sesuatu yang mondar-mandir di bawah kaki kalian ya? Ah, mungkin kucing transparan itu.”
            Saat itu Tousuke dan Hitomi memang dengar suara kucing. Tepatnya di atas lemari kamar ini. Tapi....wujud kucing itu tak terlihat, begitu juga dengan dokter Camp. Hanya uap yang membumbung tinggi dari gelas kimia yang terlihat di depan mereka.

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment