Monday, March 20, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act 14


Profesor Polder = Pak Matsunaga?!   

            Suatu hari saat Hitomi dan Tousuke hendak masuk ke roket tong Profesor Polder, beliau sedang berganti pakaian. Tumben sekali beliau memakai haori dan hakama

            “Selamat siang, Profesor. Kok Profesor pake hakama dan haori begini, sih?”

            “Wah, kalian berdua sudah datang ya. Aku akan memakai kimono ini. Lalu aku akan menyamar jadi orang Jepang. Nanti kalian liat, ya.”

            “Untuk apa profesor menyamar jadi orang Jepang?”

            “Aku ingin mengajak kalian ke sebuah negeri ajaib. Aku akan mengajak kalian mengunjungi Asosiasi Penelitian Roh.”

            “Memangnya apa yang dilakukan Asosiasi Penelitian Roh itu?”

            “Tunggu sebentar. Aku selesaikan dulu samaranku ini.” Profesor Polder berdiri di depan cermin, menghitamkan alis, menekan hidungnya yang mancung jadi pesek, menyipitkan matanya sedikit, dan mewarnai kulitnya dengan warna kuning Oriental. Kemudian ia memakai hakama lalu memasang haori. Dan...sosok Profesor Polder yang biasanya telah menghilang, berubah menjadi orang tua Jepang dengan wajah senyum ramah.

            “Nah, begini sudah oke. Mirip orang Jepang, kan? Hari ini aku akan menyamar menjadi orang tua dengan nama Matsunaga. Pak Matsunaga adalah anggota Asosiasi Penelitian Roh. Dengan menyamar menjadi kakek Matsunaga, pasti aku akan diizinkan masuk dengan mudahnya ke ruang Asosiasi Penelitian Roh itu. Kalo bukan anggota kan nggak boleh masuk. Karena itu aku menyamar sebagai Pak Matsunaga.”

            “Ooh, begitu.”

            “Kalo anak-anak kayak kita, apa diizinkan masuk?”

            “Kalian berdua akan menjadi kenalanku. Tidak apa-apa, pasti akan diizinkan masuk.”

            “Ternyata klub yang ketat, ya.”

            “Iya, karena ini hal yang mistis tentang roh yang masuk ke tubuh medium spirit.”

            “Roh itu apa sih? Medium spirit itu apa?”

            “Roh adalah jiwa manusia, bisa juga disebut arwah.”

            “Ooh, arwah ya. Profesor, memangnya walau manusia mati, arwah tetap hidup ya?”

            “Yaah, itu dia masalahnya. Kalo kita melihat penelitiannya malam ini, mungkin kita akan menemukan jawabannya.”

            “Arwah tuh bakal ikut mati juga kalo manusia mati. Aku rasa cerita soal arwah tuh cuma omong kosong.” Tousuke menyangkal keberadaan arwah.

            “Tapi aku benar-benar pernah liat hantu terbang. Itu sekitar musim panas tahun lalu.”

            “Itu cuma bola api, bukan arwah manusia. Iya kan, Profesor?”

            “Bagaimana, yaah.....” Tidak seperti biasanya, hari ini Profesor Polder tidak menjawab tegas.

            “Profesor, kalo spirit medium itu apa?”

            “Ooh, spirit medium ya. Spirit medium adalah orang istimewa. Orang yang menghubungkan antara dunia roh dan dunia manusia. Intinya, roh meminjam tubuh sang spirit medium. Soalnya kalo hanya dalam wujud roh, suara pun tidak bisa keluar. Bicara pun tidak bisa. Karena itu roh merasuki tubuh sang spirit medium untuk meminjam suara dan mulutnya dengan mengucapkan mantera-mantera. Makanya kalo tidak ada seorang spirit medium, kita tidak akan mungkin bisa bicara soal arwah. Bagaimana? Kalian mengerti?”

            “Jadi intinya manusia yang berprofesi sebagai spirit medium itu meminjamkan tubuhnya untuk para roh, begitu?”

            “Iya, benar.”

            “Apa semua orang bisa menjadi spirit medium?”

            “Tidak. Tadi aku bilang kan kalo spirit medium orang yang istimewa? Berarti tidak semua orang bisa menjadi spirit medium. Orang yang bisa menjadi spirit medium tidak bisa sembarangan. Seorang spirit medium pun ada yang hebat ada juga yang lemah. Seorang spirit medium yang kuat membuat para roh bisa merasukinya dengan tenang. Perasaannya pun nyaman.”

            “Orang-orang istimewa itu seperti apa, sih?”

            “Orang-orang hebat yang tergabung dalam Asosiasi Penelitian Roh. Orang yang bisa menjadi spirit medium adalah orang yang percaya adanya roh, mengeluarkan rohnya sendiri dari tubuhnya, orang yang bisa membuat dirinya kosong tanpa jiwa. Hanya spirit medium kelas atas saja yang bisa melakukan itu semua dengan sempurna. Nah, saatnya kita keluar.”

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment