Spirit
Medium Terkenal
Hitomi
dan Tousuke yang ikut bersama Profesor Polder yang sedang menyamar menjadi
kakek Matsunaga sampai ke gedung pertemuan Asosiasi Perkumpulan Roh. Tempatnya
ada di sebuah wilayah luas di atas bukit kota yang terbakar di pinggiran kota
Tokyo. Ternyata para anggotanya sudah berkumpul.
“Wah, Pak Matsunaga! Sudah lama sekali!”
“Ooh, ketua asosiasi Pak Kanemitsu. Hari ini aku membawa
dua temanku.”
“Oh, tidak apa-apa. Nah, hari ini kalian berdua bisa
melihat hal yang menarik dan mistis lho.” Ketua Kanemitsu berkata kepada Hitomi
dan Tousuke dengan janggut putihnya yang bergoyang sampai diluar wajahnya.
Ketua asosiasi sama sekali tidak menyadari bahwa kakek Matsunaga yang ada
disini palsu.
“Bagaimana keadaan tubuh sang spirit medium hari ini?”
“Sepertinya keadaannya baik. Apalagi Madam Iwatake,
sampai hari ini aku tidak pernah dengar beliau bilang keadaannya buruk,”
“Benar. Madam Iwatake seorang spirit medium yang hebat.
Sampai sekarang ini pun beliau tidak ada latihan.” Dari pembicaraan para
anggota asosiasi, Madam Iwatake sang spirit medium di asosiasi ini, sepertinya
orang yang sangat hebat.
“Maaf telah menunggu. Karena ruang penelitiannya telah
disiapkan, mari kita kesana.” Ketua Kanemitsu mengajak para anggota. Sekitar
empat-lima belas orang anggota asosiasi beranjak dari duduknya, lalu masuk ke
dalam sebuah ruangan. Profesor Polder, Hitomi dan Tousuke dengan cueknya
bergabung dengan mereka. Ruang penelitiannya ternyata sebuah ruang kosong
berlantai kayu yang luasnya dua-tiga belas tsubo[1]. Di depan mereka
ada kursi untuk para anggota duduk, posisi duduk mereka seperti formasi tapal
kuda. Di depan mereka tepatnya di depan tembok kayu, ada sebuah kursi bertangan
yang dibuat sangat mirip dengan kursi listrik untuk hukuman mati. Di
kanan-kirinya masing-masing ada satu meja bulat. Di luarnya ada sekitar
empat-lima kursi yang sepertinya dipakai untuk promotor. Di temboknya,
terpasang tirai hitam pekat yang setiap sudutnya tertutupi oleh tirai panjang
itu. Dari lorong arah kiri, muncul sekitar empat-lima orang. Diantara mereka
ada seorang wanita. Wanita itu gemuk seperti pemain sumo. Umurnya sekitar tiga
puluh tahunan. Wajahnya tidak cantik. Lebih ke tambun. Dialah sang spirit
medium yang dibicarakan para anggota asosiasi tadi. Seorang spirit medium
terkenal bernama Madam Iwatake. Keempat pria lainnya adalah staff di asosiasi
ini. Orang-orang ini berbaris horizontal di depan. Ketua asosiasi yang
berjanggut putih itu, masuk lalu menutup pintu kertasnya. Setelah itu beliau
menyapa para anggota yang sedang berdiri di depan.
“Kita akan memulai pertemuan ke-99 Asosiasi Penelitian
Roh. Seperti yang Anda sekalian harapkan, hari ini Madam Iwatake telah datang
khusus kemari. Yaa, beliau adalah seorang spirit medium terkenal. Saya ingin
Anda menunjukkan berbagai macam percobaan mistis. Walaupun ruangan ini gelap,
dilarang merekam dan memotret percobaan ini. Kepada para eksekutif staf, bisa
tolong turunkan tirai hitam agar ruangan ini jadi benar-benar gelap?”
Setelah itu, para eksekutif staf itu bangkit dari
kursinya lalu menurunkan tirai hitam, dan ruangan menjadi gelap gulita. Saat
itu, muncul sepuluh cahaya redup. Kepala asosiasi yang menyalakannya.
“Seperti yang telah kita lakukan sebelumnya bahwa sang
spirit medium Madam Iwatake akan duduk di kursi ini. Empat-lima anggota silakan
kemari dan satukan tangan kalian.” Kepala asosiasi seperti hormat sekali pada
Madam Iwatake. Dengan tenangnya Madam berdiri dan duduk di kursi yang keliatan
mistis dan terletak di tengah-tengah. Para eksekutif staf sedang memegang
lima-enam belas tali besar. Kepala asosiasi menyembunyikan matanya dari sosok
Madam dengan sapu tangan. Diatas sapu tangannya, ia tambahkan juga baju karet
untuk menutupi matanya. Kemudian ia mundur ke belakang setelah mengangkat
tangannya. Para anggota dan eksekutif staf yang membawa tali dan duduk di
samping Madam, mengikat tangan-kaki dan tubuh Madam yang sedang duduk di kursi.
Madam sampai diikat dua kali lipat. Karena kedua telapak tangannya juga diikat
ke belakang, dia benar-benar melekat di kursi.
Dengan begini sang Madam benar-benar tidak bisa bergerak.
Pasti dia merasa kesakitan.
“Begini tidak apa-apa? Apa Anda tidak merasa kesakitan,
Madam Iwatake?”
“Hari ini benar-benar diikat kuat, ya.”
“Apa saya longgarkan saja?”
“Tidak, tidak usah. Tolong ikat aku dengan dua-tiga tali
lagi.”
Lalu ikatannya ditambah.
“Baiklah, kami akan menyerahkan tubuh Madam Iwatake
kepada roh.” Tiba-tiba saja kepala asosiasi muncul ke depan, mengangkat tangan
seperti berdoa di depan Madam lalu mengucapkan semacam mantera. Saat kepala
asosiasi bilang ‘eit!’, Madam yang sedang duduk di kursi seperti merintih, lalu
tubuhnya membungkuk ke belakang.
“Sudah muncul! Aku akan mematikan lampunya! Tolong tenang
selama dua puluh menit.” Kepala asosiasi mematikan saklar lampu. Ruangan
benar-benar jadi gelap gulita.
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment