Thursday, March 23, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act. 15

Spirit Medium Terkenal
            Hitomi dan Tousuke yang ikut bersama Profesor Polder yang sedang menyamar menjadi kakek Matsunaga sampai ke gedung pertemuan Asosiasi Perkumpulan Roh. Tempatnya ada di sebuah wilayah luas di atas bukit kota yang terbakar di pinggiran kota Tokyo. Ternyata para anggotanya sudah berkumpul.
            “Wah, Pak Matsunaga! Sudah lama sekali!”
            “Ooh, ketua asosiasi Pak Kanemitsu. Hari ini aku membawa dua temanku.”
            “Oh, tidak apa-apa. Nah, hari ini kalian berdua bisa melihat hal yang menarik dan mistis lho.” Ketua Kanemitsu berkata kepada Hitomi dan Tousuke dengan janggut putihnya yang bergoyang sampai diluar wajahnya. Ketua asosiasi sama sekali tidak menyadari bahwa kakek Matsunaga yang ada disini palsu.
            “Bagaimana keadaan tubuh sang spirit medium hari ini?”
            “Sepertinya keadaannya baik. Apalagi Madam Iwatake, sampai hari ini aku tidak pernah dengar beliau bilang keadaannya buruk,”       
          “Benar. Madam Iwatake seorang spirit medium yang hebat. Sampai sekarang ini pun beliau tidak ada latihan.” Dari pembicaraan para anggota asosiasi, Madam Iwatake sang spirit medium di asosiasi ini, sepertinya orang yang sangat hebat.
            “Maaf telah menunggu. Karena ruang penelitiannya telah disiapkan, mari kita kesana.” Ketua Kanemitsu mengajak para anggota. Sekitar empat-lima belas orang anggota asosiasi beranjak dari duduknya, lalu masuk ke dalam sebuah ruangan. Profesor Polder, Hitomi dan Tousuke dengan cueknya bergabung dengan mereka. Ruang penelitiannya ternyata sebuah ruang kosong berlantai kayu yang luasnya dua-tiga belas tsubo[1]. Di depan mereka ada kursi untuk para anggota duduk, posisi duduk mereka seperti formasi tapal kuda. Di depan mereka tepatnya di depan tembok kayu, ada sebuah kursi bertangan yang dibuat sangat mirip dengan kursi listrik untuk hukuman mati. Di kanan-kirinya masing-masing ada satu meja bulat. Di luarnya ada sekitar empat-lima kursi yang sepertinya dipakai untuk promotor. Di temboknya, terpasang tirai hitam pekat yang setiap sudutnya tertutupi oleh tirai panjang itu. Dari lorong arah kiri, muncul sekitar empat-lima orang. Diantara mereka ada seorang wanita. Wanita itu gemuk seperti pemain sumo. Umurnya sekitar tiga puluh tahunan. Wajahnya tidak cantik. Lebih ke tambun. Dialah sang spirit medium yang dibicarakan para anggota asosiasi tadi. Seorang spirit medium terkenal bernama Madam Iwatake. Keempat pria lainnya adalah staff di asosiasi ini. Orang-orang ini berbaris horizontal di depan. Ketua asosiasi yang berjanggut putih itu, masuk lalu menutup pintu kertasnya. Setelah itu beliau menyapa para anggota yang sedang berdiri di depan.
            “Kita akan memulai pertemuan ke-99 Asosiasi Penelitian Roh. Seperti yang Anda sekalian harapkan, hari ini Madam Iwatake telah datang khusus kemari. Yaa, beliau adalah seorang spirit medium terkenal. Saya ingin Anda menunjukkan berbagai macam percobaan mistis. Walaupun ruangan ini gelap, dilarang merekam dan memotret percobaan ini. Kepada para eksekutif staf, bisa tolong turunkan tirai hitam agar ruangan ini jadi benar-benar gelap?”
            Setelah itu, para eksekutif staf itu bangkit dari kursinya lalu menurunkan tirai hitam, dan ruangan menjadi gelap gulita. Saat itu, muncul sepuluh cahaya redup. Kepala asosiasi yang menyalakannya.
            “Seperti yang telah kita lakukan sebelumnya bahwa sang spirit medium Madam Iwatake akan duduk di kursi ini. Empat-lima anggota silakan kemari dan satukan tangan kalian.” Kepala asosiasi seperti hormat sekali pada Madam Iwatake. Dengan tenangnya Madam berdiri dan duduk di kursi yang keliatan mistis dan terletak di tengah-tengah. Para eksekutif staf sedang memegang lima-enam belas tali besar. Kepala asosiasi menyembunyikan matanya dari sosok Madam dengan sapu tangan. Diatas sapu tangannya, ia tambahkan juga baju karet untuk menutupi matanya. Kemudian ia mundur ke belakang setelah mengangkat tangannya. Para anggota dan eksekutif staf yang membawa tali dan duduk di samping Madam, mengikat tangan-kaki dan tubuh Madam yang sedang duduk di kursi. Madam sampai diikat dua kali lipat. Karena kedua telapak tangannya juga diikat ke belakang, dia benar-benar melekat di kursi.
            Dengan begini sang Madam benar-benar tidak bisa bergerak. Pasti dia merasa kesakitan.
            “Begini tidak apa-apa? Apa Anda tidak merasa kesakitan, Madam Iwatake?”
            “Hari ini benar-benar diikat kuat, ya.”
            “Apa saya longgarkan saja?”
            “Tidak, tidak usah. Tolong ikat aku dengan dua-tiga tali lagi.”
            Lalu ikatannya ditambah.
            “Baiklah, kami akan menyerahkan tubuh Madam Iwatake kepada roh.” Tiba-tiba saja kepala asosiasi muncul ke depan, mengangkat tangan seperti berdoa di depan Madam lalu mengucapkan semacam mantera. Saat kepala asosiasi bilang ‘eit!’, Madam yang sedang duduk di kursi seperti merintih, lalu tubuhnya membungkuk ke belakang.
            “Sudah muncul! Aku akan mematikan lampunya! Tolong tenang selama dua puluh menit.” Kepala asosiasi mematikan saklar lampu. Ruangan benar-benar jadi gelap gulita.

-BERSAMBUNG-



[1] satuan ukuran luas Jepang. 1 tsubo=3,31 m2

No comments:

Post a Comment