Percobaan Mistis
Kursi bagian
pertama diam terpaku, sepertinya ketakutan. Saat itu di tengah kegelapan
terdengar suara kepala asosiasi yang seperti tertekan.
“Silahkan
muncul tuan Gong. Sekarang Anda ada dimana, tuan hantu Gong?”
Setelah itu lagi-lagi terdengar
suara rintihan.
“Aku sudah berada disini.”Terdengar
suara seperti erangan. Madam Iwatake sudah pasti sedang tertidur. Tiba-tiba
saja Hitomi dan Tousuke merangkul erat lengan Profesor Polder. Keliatannya
mereka ketakutan.
“Nggak
papa. Nggak pa-pa. Coba liat baik-baik.” Profesor menepuk pelan pundak mereka
berdua.
“Apa
hantunya sudah datang? Selain itu sepertinya ada yang ingin kau tunjukkan, ya?”
“Benar.
Aku ingin kalian mendengar suara terompetyang sebentar lagi akan terdengar.”
Saat terdengar suara tuan Gong, terdengar juga suara terompetdari atas
langit-langit. Seluruh langit-langit tersinari cahaya pucat. Tousuke dan Hitomi
memeluk lengan Profesor lagi. Suara terompetitu terus berbunyi di sekitar
langit-langit. Kemudian suara itu terdengar lebih kencang di langit-langit.
Suara itu datang juga di atas kepala para anggota asosiasi. Diantara para
anggota, ada juga yang berteriak saking kagetnya. Setelah itu suara terompetkembali
ke depan, tapi tetap menggema di langit-langit. Suaranya aneh sekali. Suara ini
terus terdengar sampai akhirnya....suara itu menghilang!
Tak
lama kemudian, muncul dua bola api besar berwarna biru pucat. Bola api itu
terus berputar-putar di tengah kegelapan. Saat bola api itu berputar-putar di
atas kepala para anggota, tiba-tiba menghilang. Meja kecil bergerak-gerak dan
permukaannya memancarkan cahaya biru. Lalu cahaya biru satunya juga merasuk ke
meja lain.
“Aku memetik bunga anggrek dari pulau tropis,
dan aku akan meletakkannya di meja ini. Ini bunga anggrek tropis.” Ini
suara tuan Gong! Gong merintih. Tiba-tiba saja muncul semacam bunga anggrek
biru.
“Ini...hmmm....kalian cari saja sendiri.
Tidak salah lagi.” Kata tuan Gong.
“Aku akan menunjukkan wujud diriku saat
masih hidup di dunia ini. Kira-kira empat ribu tahun yang lalu.”
Lalu
dari langit-langit, muncul bayangan seseorang yang berpakaian kain panjang.
Diliat sekilas saja langsung tau kalo orang itu orang Yunani. Sosoknya
remang-remang.
“Kali ini akan menjadi berisik.”
Suara
tuan Gong, dua bola api, suara terompet, bunga
anggrek, meja kecil dan lain sebagainya menggantung-gantung di langit. Melihat hal
mistis begitu, rasanya napas seperti berhenti. Saat itu, Profesor Polder
berbisik-bisik ke Tousuke.
“Coba
kamu pakai kacamata ini. Kamu akan bisa lihat sesuatu dengan jelas di tengah
kegelapan. Ini kacamata infra merah. Aku juga diam-diam memakai kacamata ini
dan melihat ke arah tuan Gong. Sinar infra merah tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Tapi dengan memakai kacamata infra merah, jadi bisa terlihat. Cepat
liat. Tapi nanti kamu jangan ketawa ya dengan apa yang kamu liat.”
Tousuke
mencoba memakai kacamata dari Profesor. Wow! Ajaib! Di tengah gelapnya ruangan,
bisa terlihat jelas seperti terangnya sore hari. Tousuke terkejut. Hal yang
membuat Tousuke terkejut adalah sosok Madam Iwatake yang menghilang padahal
tadi terikat kuat di kursi. Dan Madam itu sudah berdiri di depan dengan kedua
tangan yang mengendalikan dua bola api yang terikat dengan tali panjang.Bola
api itu terus saja berputar-putar di atas kepala para anggota. Salah satu pria
memegang sebuah terompet dari bambu tipis. Ada semacam pipa karet panjang di
terompet itu. Ia menggembungkan pipinya lalu meniup terompet. Dan terdengarlah
bunyinya. Pria yang satu lagi memegang semacam boneka bambu berbentuk orang
Yunani. Orang itu menggerakan boneka itu ke kanan dan kiri.
Trik
yang hebat! Siapa sebenarnya tuan hantu Gong itu?!
Tousuke merasa antusias sampai membatin begitu. Ia mengembalikan kacamata infra
merah ke Profesor Polder. Tapi karena sudah diperingatkan untuk tidak berisik,
terpaksa deh diam mengikuti acara sampai selesai tanpa tahu apa-apa. Setelah
acara percobaan ini berakhir sukses, tuan hantu Gong bertepuk tangan dan abis
itu menghilang. Kemudian, ketua
asosiasi menyalakan lampu. Entah sejak kapan Madam Iwatake tidur terikat kuat
di kursi seperti sebelumnya. Untuk membangunkannya, ketua asosiasi berjanggut
putih itu mengucapkan mantera-mantera.
“Aah,
nyenyak sekali tidurku. Apa aku melakukan sesuatu? Aku tidak tahu apa-apa.”
Kata Madam Iwatake dengan suara kencang.
“Penjelajahan
negeri ajaib hari ini adalah penjelajahan yang penuh trik. Para anggota
asosiasi itu benar-benar percaya kalo tadi emang kejadian mistis. Susah juga
ya.”
“Padahal
tubuh sang spirit medium itu terikat kuat di kursi, kenapa tadi bisa lepas ya?”
“Itu
dinamakan trik ikatan tali. Ikatan di tubuh spirit medium itu sudah dirancang
agar mudah lepas dan mudah terikat kuat lagi.”
“Jadi
bunga anggrek itu bukan benda dari pulau tropis?”
“Itu
memang anggrek asli. Tapi mereka memanfaatkan suhu ruangan juga sih.
Hmm...memang penuh kecurangan.”
-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment