Tuesday, March 28, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Act 16



Percobaan Mistis
            Kursi bagian pertama diam terpaku, sepertinya ketakutan. Saat itu di tengah kegelapan terdengar suara kepala asosiasi yang seperti tertekan.
            “Silahkan muncul tuan Gong. Sekarang Anda ada dimana, tuan hantu Gong?”
Setelah itu lagi-lagi terdengar suara rintihan.
            “Aku sudah berada disini.”Terdengar suara seperti erangan. Madam Iwatake sudah pasti sedang tertidur. Tiba-tiba saja Hitomi dan Tousuke merangkul erat lengan Profesor Polder. Keliatannya mereka ketakutan.
            “Nggak papa. Nggak pa-pa. Coba liat baik-baik.” Profesor menepuk pelan pundak mereka berdua.
            “Apa hantunya sudah datang? Selain itu sepertinya ada yang ingin kau tunjukkan, ya?”
            “Benar. Aku ingin kalian mendengar suara terompetyang sebentar lagi akan terdengar.” Saat terdengar suara tuan Gong, terdengar juga suara terompetdari atas langit-langit. Seluruh langit-langit tersinari cahaya pucat. Tousuke dan Hitomi memeluk lengan Profesor lagi. Suara terompetitu terus berbunyi di sekitar langit-langit. Kemudian suara itu terdengar lebih kencang di langit-langit. Suara itu datang juga di atas kepala para anggota asosiasi. Diantara para anggota, ada juga yang berteriak saking kagetnya. Setelah itu suara terompetkembali ke depan, tapi tetap menggema di langit-langit. Suaranya aneh sekali. Suara ini terus terdengar sampai akhirnya....suara itu menghilang!
            Tak lama kemudian, muncul dua bola api besar berwarna biru pucat. Bola api itu terus berputar-putar di tengah kegelapan. Saat bola api itu berputar-putar di atas kepala para anggota, tiba-tiba menghilang. Meja kecil bergerak-gerak dan permukaannya memancarkan cahaya biru. Lalu cahaya biru satunya juga merasuk ke meja lain.
            Aku memetik bunga anggrek dari pulau tropis, dan aku akan meletakkannya di meja ini. Ini bunga anggrek tropis.” Ini suara tuan Gong! Gong merintih. Tiba-tiba saja muncul semacam bunga anggrek biru.
            Ini...hmmm....kalian cari saja sendiri. Tidak salah lagi.” Kata tuan Gong.
            “Aku akan menunjukkan wujud diriku saat masih hidup di dunia ini. Kira-kira empat ribu tahun yang lalu.”
            Lalu dari langit-langit, muncul bayangan seseorang yang berpakaian kain panjang. Diliat sekilas saja langsung tau kalo orang itu orang Yunani. Sosoknya remang-remang.
            Kali ini akan menjadi berisik.”
            Suara tuan Gong, dua bola api, suara terompet, bunga anggrek, meja kecil dan lain sebagainya menggantung-gantung di langit. Melihat hal mistis begitu, rasanya napas seperti berhenti. Saat itu, Profesor Polder berbisik-bisik ke Tousuke.
            “Coba kamu pakai kacamata ini. Kamu akan bisa lihat sesuatu dengan jelas di tengah kegelapan. Ini kacamata infra merah. Aku juga diam-diam memakai kacamata ini dan melihat ke arah tuan Gong. Sinar infra merah tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi dengan memakai kacamata infra merah, jadi bisa terlihat. Cepat liat. Tapi nanti kamu jangan ketawa ya dengan apa yang kamu liat.”
            Tousuke mencoba memakai kacamata dari Profesor. Wow! Ajaib! Di tengah gelapnya ruangan, bisa terlihat jelas seperti terangnya sore hari. Tousuke terkejut. Hal yang membuat Tousuke terkejut adalah sosok Madam Iwatake yang menghilang padahal tadi terikat kuat di kursi. Dan Madam itu sudah berdiri di depan dengan kedua tangan yang mengendalikan dua bola api yang terikat dengan tali panjang.Bola api itu terus saja berputar-putar di atas kepala para anggota. Salah satu pria memegang sebuah terompet dari bambu tipis. Ada semacam pipa karet panjang di terompet itu. Ia menggembungkan pipinya lalu meniup terompet. Dan terdengarlah bunyinya. Pria yang satu lagi memegang semacam boneka bambu berbentuk orang Yunani. Orang itu menggerakan boneka itu ke kanan dan kiri.
Trik yang hebat! Siapa sebenarnya tuan hantu Gong itu?! Tousuke merasa antusias sampai membatin begitu. Ia mengembalikan kacamata infra merah ke Profesor Polder. Tapi karena sudah diperingatkan untuk tidak berisik, terpaksa deh diam mengikuti acara sampai selesai tanpa tahu apa-apa. Setelah acara percobaan ini berakhir sukses, tuan hantu Gong bertepuk tangan dan abis itu menghilang. Kemudian, ketua asosiasi menyalakan lampu. Entah sejak kapan Madam Iwatake tidur terikat kuat di kursi seperti sebelumnya. Untuk membangunkannya, ketua asosiasi berjanggut putih itu mengucapkan mantera-mantera.
            “Aah, nyenyak sekali tidurku. Apa aku melakukan sesuatu? Aku tidak tahu apa-apa.” Kata Madam Iwatake dengan suara kencang.
            “Penjelajahan negeri ajaib hari ini adalah penjelajahan yang penuh trik. Para anggota asosiasi itu benar-benar percaya kalo tadi emang kejadian mistis. Susah juga ya.”
            “Padahal tubuh sang spirit medium itu terikat kuat di kursi, kenapa tadi bisa lepas ya?”
            “Itu dinamakan trik ikatan tali. Ikatan di tubuh spirit medium itu sudah dirancang agar mudah lepas dan mudah terikat kuat lagi.”
            “Jadi bunga anggrek itu bukan benda dari pulau tropis?”
            “Itu memang anggrek asli. Tapi mereka memanfaatkan suhu ruangan juga sih. Hmm...memang penuh kecurangan.”

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment