Wednesday, March 8, 2017

Penjelajahan Negeri Ajaib by Unno Juusa Eps. 11


Gravitasinya Menghilang

            Profesor Polder udah duduk di kursi kokpit roket tongnya.

            “Profesor, kita akan berangkat?” Tanya Tousuke.

            “Benar. Kita akan pergi ke tempat baru.”

            “Kali ini negeri ajaib seperti apa yang akan kita kunjungi?” Tanya Hitomi pada Profesor.

            “Kali ini aku akan mengajak kalian ke pesawat luar angkasa.”

            “Pesawat luar angkasa?”

            “Iya. Setelah tadi ke bumi, aku akan mengajak kalian masuk ke dalam pesawat luar angkasa yang akan pergi ke bulan. Kalo pesawat luar angkasa semakin menuju angkasa, gravitasinya akan berkurang. Kalian pasti tau kan arti gravitasi. Bagaimana, Hitomi?”

            “Gravitasi tuh saat Newton melihat sebuah apel jatuh dari atas ke tanah. Mungkin itulah yang disebut gravitasi.”                

             “Memang benar. Tapi apa maksud dari pernyataan tadi? Bagaimana hukumnya?”

            “Biar aku aja yang jawab! Gravitasi adalah gaya tarik menarik antar benda. Semakin besar gaya tarik-menarik antar berat suatu benda, semakin besar juga gravitasinya. Lalu, semakin dekat jarak dari dua benda yang terpisah itu, semakin besar juga gravitasinya. Lebih jelasnya, perbandingan terbalik yang disebut dengan distance squaring.”

            “Benar! Benar! Waah, Tousuke tau banyak yaa. Ngomong-ngomong soal pesawat luar angkasa yang tadi kita bicarakan, ya. Karena dekat dengan bumi, pesawat luar angkasa tertarik oleh gravitasi bumi tapi setelah mendekati permukaan bulan, gravitasi bulan yang akan semakin besar. Di sekitar sana nanti ada tempat yang dimana gravitasi bumi dan gravitasi bulan muncul bersamaan. Naah, kalau memang seperti itu bakal terjadi hal yang aneh, ya.”

            “Hal aneh seperti apa? Cerita menakutkan lagi, nih?”

            “Bukan, bukan cerita yang menakutkan sih tapi lebih ke aneh. Intinya, gravitasi bulan dan gravitasi bumi menyatu di tempat itu. Dua gravitasi itu saling berlawanan satu sama lain. Gravitasi bumi menarik ke bawah, sebaliknya gravitasi bulan menarik ke atas. Jika dua-duanya saling tarik-menarik ke atas dan bawah dalam waktu yang bersamaan, apa yang terjadi?” Profesor Polder memandang ke arah Hitomi dan Tousuke sambil tersenyum menyeringai.

            “Yaa, jika kekuatan yang sama saling tarik-menarik, maka tidak akan terjadi apa-apa. Karena jika menambahkan dua kekuatan, maka hasilnya nol.” Jawab Tousuke.

            “Benar. Intinya, sama saja artinya dengan tidak ada gravitasi. Nah, kalo tidak ada gravitasi apa yang akan terjadi?”

            “Apa yang akan terjadi?”

            “Benda-benda jadi tidak punya berat, kan. Nah, kalau tidak punya berat apa artinya?”

            “Kita jadi bisa mengangkat batu besar atau brankas besi hanya dengan satu jari!” Kata Tousuke.

            “Benar. Ada lagi?”

            “Ada. Jika duduk di sebuah brankas besi, dengan kekuatan bokong saja sudah bisa menghancurkan brankas tersebut dengan mudah! Seperti kotak yang terbuat dari kertas.”

            “Tidak, Hitomi. Salah. Walaupun tidak ada gravitasi, hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi. Karena gravitasi tidak berpengaruh pada lunaknya kertas dan kerasnya besi. Besi sifatnya keras, dan kertas sifatnya lunak.”

            “Jadi cuma tidak ada gaya tarik-menarik bulan dan bumi, ya.”

            “Yaa, begitulah. Tadi aku bilang benda-benda yang ada disana tidak akan terkena gravitasi. Tapi sebenarnya gaya gravitasi bumi lebih kecil dibandingkan gravitasi bulan, jadi bisa dibilang gravitasinya hampir nol. Misalnya, kita ambil contoh gedung dan kapal pesiar. Dua-duanya benda yang sangat besar sampai tidak bisa dibandingkan. Karena itu gravitasi yang dihasilkan pun besar. Nah, sekarang aku akan mengajak kalian masuk ke dalam pesawat luar angkasa bernama Ginga Go.”

            “Profesor Polder bagaimana?”

            “Aku juga akan ikut.”

            “Maksudnya...?”

            “Kalian coba saja cari aku yaa, karena aku akan menyamar menjadi salah satu staf di pesawat luar angkasa Ginga Go itu.” Saat Profesor ingin menyambung kata-katanya, tiba-tiba sekitarnya jadi gelap gulita.

-BERSAMBUNG-

No comments:

Post a Comment