Manusia
akan Terbang
“Bagaimana?
Dunia tanpa gravitasi menarik, kan?” Entah sejak kapan Profesor Polder berbalik
ke belakang dari kursi kokpit untuk memanggil Hitomi dan Tousuke.
“Ah! Kau si Janggut panjang! Tadi profesor menyamar jadi
si janggut panjang, ya.”
“Hahaha....ketauan, ya.”
“Aku tidak pernah liat Si janggut panjang.”
“Hahaha...aku lebih bagus kalo tanpa janggut ya. Sekarang
aku ingin bertanya pada kalian berdua. Dunia yang tadi kita kunjungi telah
terjadi suatu insiden di dalam pesawat ruang angkasa kan. Tapi kalo seandainya
hal seperti tadi terjadi di bumi, apa yang akan terjadi?”
“Maksudmu kalau seandainya saat manusia beraktivitas di
muka bumi, tiba-tiba gravitasinya menghilang, apa yang akan terjadi? Gitu
maksudnya?”
“Iya. Apa yang akan terjadi?”
“Aku mengerti. Kita jadi bisa terbang seperti burung.
Terus, bisa tidur siang di atas langit tanpa perlu tempat tidur gantung. Pasti
menyenangkan!”
“Aku rasa air laut akan naik ke daratan. Air laut itu
akan terbang ke langit seperti awan. Hebatnyaa! Singa Afrika juga akan terbang
ke langit dan bisa datang ke Jepang. Iya kan, Profesor Polder?”
“Tidak, bahkan lebih hebat dari itu. Lihat itu.
Pemandangan saat bumi tidak memiliki gravitasi akan terpantulkan di layar mesin
waktu ini. Lihat! Di permukaan bumi yang bulat mulai terjadi hal yang gawat.”
Pada layar di atas tembok yang ditunjuk profesor, terpancar belahan bumi bagian
utara. Permukaannya membengkok. Benda-benda melayang naik dari permukaan tanah.
Setelah diliat baik-baik, ternyata rumah! Jembatan! Lalu yang kecil itu mobil! Bentuknya
panjang seperti ulat itu kereta! Benda-benda seperti sampah mulai keliatan
melayang dari muka bumi. Ternyata itu kumpulan manusia!
“Coba liat! Kota-kota besar sekarang sedang hancur. Para
penduduknya terangkat dari permukaan bumi.”
“Kenapa manusia dan gedung-gedung terbang semakin tinggi
begitu? Ini terlalu dahsyat, kan?”
“Bukan terlalu dahsyat tapi memang akan seperti ini
jadinya. Kecepatan bumi berputar sekitar tiga puluh kilometer per detik. Dengan
adanya gravitasi, bumi berevolusi dengan kecepatan tadi dengan manusia dan
gedung yang berdiri di permukaan bumi. Tapi, jika bumi kehilangan gravitasinya,
maka seperti yang kalian lihat tadi. Manusia dan gedung akan terangkat ke
langit. Lalu manusia, binatang dan tumbuhan pun akan mati.”
“Itu gawat sekali! Aku tidak mau bumi jadi kehilangan
gravitasinya.”
“Hahaha...kalian tidak
usah khawatir bumi bakal kehilangan gravitasi. Tapi saat manusia menemukan alat
untuk mengurangi gravitasi, dan pada akhirnya digunakan secara berlebihan,
mungkin kejadian tadi akan bernar-benar terjadi. Maka dari itu, kalian harus
hati-hati.” Profesor memberi nasihat serius kepada mereka.-BERSAMBUNG-
No comments:
Post a Comment