Thursday, January 12, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Misteri yang Terpecahkan



Misteri yang Terpecahkan
          Sebenarnya misteri seperti apa yang tersembunyi di dalam kapal hantu? Suara aneh terdengar dari dalam gudang yang gelap, dan sekarang benda yang bercahaya?!
            Kaitani yang membawa senapan, langsung menarik lengan kepala komunikasi sekaligus ketua penyidik-- Pak Furuya.
            “Pak, coba liat itu! Ada dua benda yang bercahaya! Itu mata binatang!”
            “Dimana? Nggak begitu keliatan....” saat Pak Furuya bilang begitu, tiba-tiba terdengar suara raungan.
            “Pak, tolong izinkan saya menembaknya! Kalo nggak, kita yang akan diserang!”
            “Kalo....” kata-kata Pak Furuya terputus karena mendengar letusan pistol. Sepertinya tembakan Kaitani tepat mengenai sasaran. Soalnya terdengar raungan di tengah kegelapan. Tapi setelah itu tidak terdengar raungan sama sekali.
            “Apa yang telah terjadi, Kaitani?”
            “Pak, saya berhasil melumpuhkannya. Ayo kita masuk ke dalam.”
            Kaitani dan Pak Furuya menggoreskan korek yang menjadi barang berharga bagi mereka, lalu mendekat ke dalam. Sesuatu yang besar telah menanti mereka berdua.
            “Hah?! Harimau?! Ada harimau hitam yang mati!” Di ujung gudang, memang ada seekor harimau hitam sebesar anak sapi yang mati terlentang karena tertembak di bagian kepalanya.
            “Huuh, hampir saja kita dimakan makhluk buas ini.”
            “Kaitani, aku kagum dengan kemampuanmu. Ah, bukan, bukan hanya kagum! Aku berterimakasih padamu karena telah menyelamatkanku dari bahaya. Tapi....” Pak Furuya mengambil napas dalam-dalam.
            “Oi, Kaitani. Bukankah ini berarti rahasia kapal hantu telah terungkap?”
            “Hah? Rahasia kapal hantu?”
            “Itu lho soal tulang belulang manusia yang berserakan di anjungan kapal depan geladak. Intinya, ada binatang buas yang sampe merusak kandangnya sendiri dan mengamuk di kapal hantu ini. Tidak salah lagi, binatang itu jugalah yang memangsa semua penumpang kapal.”
            “Oh, begitu ya. Jadi binatang buas itu memangsa manusia sampe bersih nggak bersisa dan hanya meninggalkan tulang-tulang, ya? Bisa jadi, sih.”
            Sekarang mereka berdua jadi berpikir kalo tetesan besar darah yang ada di atas anjungan dan geladak, pastilah jejak kaki si harimau hitam itu. Benar-benar mengerikan. Di tengah kapal yang sedang berlayar ini, ada binatang buas yang mengamuk dan memakan semua penumpangnya! Tentu saja para penumpang tidak bisa melarikan diri di atas kapal yang sedang berlayar di samudera begini.
            “Pak kepala. Apakah harimau hitam yang telah ku tembak ini yang memakan semua orang yang di dalam kapal?”
            “Nggak tau. Bagaimana, yaa....aku rasa tidak mungkin hanya ada satu harimau disini. Soalnya nggak mungkin kan satu harimau saja bisa membuat tulang manusia berceceran dimana-mana?”
            “Kalo begitu, kita memang harus tetap waspada.”
            “Benar. Karena...mungkin saja di sekitar sana ada makhluk entah apa yang sedang sembunyi.” Saat Pak Furuya bilang begitu dan mereka hendak menuju geladak, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang!
            “Hah?! Ada seseorang....”
            “Iya! Mungkin ada binatang buas yang muncul! Ayo kita kesana! Kaitani, ayo!” Sambil memegang pedang kecilnya, Pak Furuya dan Kaitani keluar dari gudang. Dengan kecepatan penuh, mereka menaiki tangga menuju geladak.

-BERSAMBUNG-

Tuesday, January 10, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Cahaya Misterius di dalam Kapal



Cahaya Misterius di dalam Kapal
          Kekuatan badai semakin melemah, dan hujan pun semakin mereda. Para awak sekoci dua yang telah menyebar di berbagai tempat, masing-masing sudah memegang senjata entah itu pisau atau balok kayu. Mereka siap menerima perintah untuk mulai menyerang. Karena itu, tubuh mereka mengeras.
            “Kita akan siap tempur!” Pak Furuya akan memberi aba-aba.
            “Saat menyelidiki bagian dalam kapal, setidaknya kalian harus berdua. Jangan ada yang sendirian! Pertama, aku dan Kaitani akan pergi ke anjungan kapal. Kemudian, kalo tidak terjadi apa-apa selama sepuluh menit, aku akan melambaikan tangan. Setelah itu kalian mulai selidiki bagian dalam kapal!” Setelah berkata begitu, Pak Furuya dengan cepat lompat ke pinggir kapal, dan naik ke atas geladak. Kaitani yang membawa senapan pun ikut naik ke atas geladak. Para awak sisanya mengawasi mereka berdua yang sedang naik ke atas di pinggir kapal. Saat itu lagi-lagi langit menjadi gelap dan hujan mulai turun.Sosok Kaitani dan Pak Furuya yang sedang bergerak pelan, jadi tak terlihat jelas karena terhalang hujan menyedihkan itu.
            “Kita bergerak!” Pak Furuya menarik tangan Kaitani lalu bergerak cepat. Mereka masuk ke anjungan kapal dengan meniti tangga yang sempit.
            “Sudah kuduga, tidak ada orang.” Kaitani memandang sekeliling anjungan kapal dengan tubuh yang terguyur hujan.
            “Pak kepala, dari tadi saya merasa kepikiran. Ada hal aneh disini. Coba liat itu.” Kaitani menunjuk ke atas anjungan dengan wajah nyinyir merinding.
            “Memang tidak begitu keliatan karena terbasuh hujan, tapi kenapa ya dimana-mana terdapat tetesan darah begini?”
            “Iya juga, ya. Kalo disini tepi pantai...ah, bukan! Kalo disini hutan sih bisa dipastikan itu jejak kaki binatang buas, yaa.”
            “Hmm...saya serius. Kita kan sedang berada di atas laut!” Kata Kaitani. Tapi baik Pak Furuya maupun Kaitani, mereka tidak bisa memecahkan misteri noda darah aneh itu. Di saat itu, tak terasa sudah sepuluh menit berlalu dari waktu yang ditentukan.
            “Pak kepala, semua awak yang berada di tepi kapal sedang menunggu aba-aba Pak kepala.”
            “Oh, iya. Kalo begitu kita akan segera menelusuri bagian dalam kapal!” Setelah bilang begitu, Pak kepala melambaikan tangan ke arah para awak kapal dan mengirim kode ke mereka. Setelah menunggu lama, akhirnya mereka semua naik juga ke atas geladak.
            “Hei, Kaitani. Ayo kita pergi ke kabin.”Lalu mereka berdua turun menuju kabin. Tapi setelah mendobrak atau membuka pintu kabin mana pun, bagian dalam kabin semuanya berantakan.
            “Sebenarnya, apa yang terjadi pada tamu-tamu kapal ini?”
            “Pastinya dibunuh sama hantu-hantu itu.”
            “Begitu, yaa. Tapi...ini terlalu kejam. Hmm...jangan-jangan di dalam kapal ini terjadi wabah penyakit yang mengerikan, lalu semuanya meninggal. Bisa jadi, kan?”
            “Hah? Wabah penyakit?” Raut wajah Kaitani seketika itu berubah.
            “Iya! Mungkin saja begitu! Kapal ini terserang wabah pes atau penyakit bervirus lainnya yang tidak jelas. Lalu karena tidak ada satu obat pun yang manjur, semua penghuni kapal tewas. Bagaimana?”
            “Tapi, Pak kepala. Disini hanya ada tulang belulang manusia. Terus bagaimana soal jasad manusia yang tidak ada satu pun dalam keadaan utuh itu?”Selagi mereka membicarakan hal itu, mereka berdua keluar dari anjungan dengan meniti tangga. Saat itu mereka mendengar suara semacam ketukan dari arah gudang di bawah. Suara aneh itu terus terdengar di gudang bawah. Mereka berdua mengikuti suara itu dan sampai di pintu gudang kedua bagian ujung. Sekitarnya gelap gulita karena lampu mati. Tapi entah darimana tiba-tiba tercium bau anyir darah.
            “Ah! Di tempat seperti itu, ada sesuatu yang bercahaya!” Kaitani menarik lengan Pak Furuya.

-BERSAMBUNG-

Thursday, January 5, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Tim Penyidik Berani Mati



Tim Penyidik Berani Mati
          “Kalian siapkan alat untuk melindungi diri kalian sendiri. Apa saja mau balok kayu, pisau atau apapun. Kaitani, jaga senapanmu baik-baik karena kita cuma punya satu.” Pak Furuya yang menjabat sebagai ketua penyidik, memberi perintah. Nada bicaranya menggebu-gebu sekali. Ia sendiri pun bersedia bergabung menjadi tim penyidik demi Maruo sang teknisi yang ia sayangi.
            “Nah, sudah kalian persiapkan, kan? Ayo kita maju! Satu! Dua! Satu! Dua!” Sesuai perintah Pak Furuya, sekoci bergerak maju di tengah derasnya hujan, membelah ombak ganas bagaikan busur panah. Saat itu, kapal hantu sama sekali tidak bergerak seperti terjebak di tengah badai. Kapal itu bisa juga terlihat seperti gajah yang sedang berendam. Dari badan kapal, terlihat cahaya redup yang berkedip-kedip. Saking angkernya pemandangan itu, para prajurit pemberani yang memegang dayungsampai terlihat gemetar. Yaah, walaupun itu wajar sih.
            “Hoi! Tetap mendayung! Bagi kalian yang masih sayang nyawa, angkat tangan. Kalian boleh kembali ke sekoci satu.”
            Tentu saja tidak ada seorang pun yang mengangkat tangan. Lalu saat itu juga terdengar suara yel-yel penuh semangat.
            “Disana! Dayung lebih kuat! Kaitani, jaga senapanmu! Kita akan naik ke buritan kapal dengan tangga tali! Setelah aku naik, kalian semua ikut naik!”
            Akhirnya sekoci berhasil mendekati kapal hantu. Saking besarnya, mereka harus mendongak untuk melihat kapal itu. Entah apa karena terkena deburan ombak jadinya berkarat, nama kapal itu tidak terbaca. Walaupun begitu, pastinya kapal ini adalah kapal asing.
            Namun karena ombak masih tinggi dan hujan belum berhenti juga, sekoci mereka terkadang mendekat ke kapal hantu itu, tapi terkadang menjauh juga.
            “Hup!” Dalam sekejap saja, Pak Furuya sudah melompat ke kapal hantu itu! Walaupun tangganya bergoyang heboh, tapi tubuh Pak Furuya tetap stabil di tangga tali.
            “Hei, ayo cepat kita susul! Kalo Pak Furuya tewas, kita harus bertanggung jawab!”
            “Sekarang! Ayo lompat!”
            Entah kenapa ada tiga tangga tali yang menggantung di geladak kapal. Para pemberani sekoci dua, satu-persatu melompat ke tangga tali ini bagaikan katak. Sambil menggantung senapan di punggung, Kaitani sudah melompat ke tangga sebelah Pak Furuya dengan cekatan, lalu naik sampai ke pinggir kapal. Sepertinya dia memang berniat ingin menjadi yang paling pertama memanjat.
            “Oi, Kaitani. Jangan lengah.”Kata Pak Furuya yang direspon cepat olehnya. Pak Furuya menggantung pedang kecilnya di pinggang. Tinggal satu langkah lagi sampai ke pinggir kapal. Hati mereka bergetar tapi bukan karena takut. Pak Furuya menjejakkan tangannya di pinggir kapal lalu melompat masuk ke dalam. Ia mengangkat kepalanya dengan tenang.
            “Itu dia geladaknya!” Pak Furuya memandang geladak yang ada di seberangnya. “Hmm...memang tidak ada orang disini.”
            “Pak kepala, tulang belulang manusia berserakan di geladak. Disana. Lho? Disini juga....darah, makhluk buas! Kita harus bagaimana?!” Kaitani teriak-teriak.
            “Begitu, yaa. Ternyata dia mengerikan juga. Aku sudah tau sekarang kalo dia yang disebut hantu itu adalah makhluk yang kejam.”

-BERSAMBUNG-

Tuesday, January 3, 2017

Rahasia Kapal Hantu by Unno Juusa Eps. Jangan Biarkan Kapal Hantu Lolos!



Jangan Biarkan Kapal Hantu Lolos!
          Entah ini sudah yang keberapa kali kah mereka bertemu dengan kapal hantu. Kalau tidak salah saat kapal Wajima Maru ditenggelamkan dan semuanya kabur, naik empat sekoci, kemudian kapal hantu ini muncul. Berarti dengan yang sekarang sudah dua kali kapal itu muncul. Awalnya hanya dengan menembakkan satu peluru ke arah kapal hantu itu, dan tidak terjadi apa-apa. Tapi hari ini kapal hantu itu terlihat berbeda! Kenapa? Karena pada sekoci dua tadi, ditemukan sepotong tangan Maruo sang teknisi komunikasi yang menggenggam semacam surat. Arti dari “jangan dekati kapal hantu” mungkin saja maksudnya adalah kapal hantu ini melakukan hal yang mengerikan kepada Maruo dan para awak kapal sekoci dua sebelumnya. Sebenarnya kejadian seperti apa yang dialami mereka? Dan kemana mereka pergi? Ah, tidak! Daripada disebut pergi, mungkin lebih tepat dengan kalimat : semua terbunuh tanpa tersisa satu orang pun. Dan sekarang di tengah hujan lebat ini, kapal hantu sialan itu tiba-tiba muncul!
            “Hoi, kapal hantu! Kali ini aku tidak akan membiarkanmu begitu saja! Kaulah musuh rekan kami! Aku harus membalaskan dendam mereka, akan ku hajar habis-habisan!” dari dua sekoci, para awak kapal kompak menyuarakan kemarahan mereka kepada kapal hantu. Mereka benar-benar lupa akan ganasnya badai petir, ombak yang bergunung-gunung dan keangkeran kapal hantu. Mereka sangat membenci kapal hantu itu.
            “Kapten, tolong izinkan saya untuk mendatangi kapal hantu itu. Saya ingin mencari tau kenapa teman-teman saya dibunuh. Pasti rahasianya ada di dalam kapal itu.”
            “Izinkan saya juga, Kapten. Maruo pemuda yang baik dan ramah. Aku ingin membalaskan dendam Maruo. Saya menderita kalo saya hanya tinggal diam.” Lama kelamaan semuanya datang ke Kapten untuk meminta izin menyelidiki kapal hantu. Kapten Saeki jadi bingung nggak tau harus bagaimana. Padahal sebelum kapal hantu itu muncul, mereka mengeluh lapar dan haus bagai orang sakit. Tapi sekarang, mereka berdiri tegak dan semangat layaknya orang siap perang. Walaupun ombak bergulung-gulung, hujan badai mengganas dan ada peringatan tertulis untuk tidak mendekati kapal hantu mengerikan itu, mereka tidak merasa gentar sama sekali. Melihat hal itu, Kapten Saeki mengangguk mantap.
            “Oke, aku mengerti maksud kalian. Kalau begitu, kita akan pergi menyelidiki kapal hantu itu!”
            Terdengar suara kegembiraan dari dua sekoci.
            “Sekarang aku akan memberi perintah. Pak Furuya akan bertindak sebagai ketua penyidik. Para awak kapal di sekoci dua akan menjadi tim penyidik, segera berangkat! Sedangkan para awak sekoci satu akan menjadi tim cadangan dan awasi keadaan kapal hantu baik-baik!” Mendengar perintah beliau, ada yang merasa senang dan ada juga yang merasa kurang puas.
            “Bukan saatnya untuk meributkan hal ini! Di saat kalian sibuk komplain, kapal hantu itu akan pergi jauh! Hei, sekoci dua! Ayo berangkat!”

-BERSAMBUNG-